Petugas PU saat melakukan kajian terhadap ruas jalan rusak yang nantinya akan dilakukan perbaikan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan melanjutkan penanganan infrastruktur jalan pada tahun 2026 dengan menyasar total panjang 8,60 kilometer. Program ini didukung anggaran sebesar Rp26,35 miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Badung, BKK Denpasar, serta APBD Tabanan yang seluruhnya terakomodir dalam APBD.

Plt Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gede Partana, mengungkapkan penanganan tersebut difokuskan pada sejumlah ruas prioritas yang mencakup rekonstruksi jalan, pembangunan drainase, hingga pemeliharaan berkala. “Ini bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, terutama yang menunjang akses pariwisata dan ekonomi masyarakat,” ujarnya, Rabu (25/3).

Baca juga:  Bisnis Angkot Lesu, Belasan Halte di Singaraja Tetap Dipertahankan

Adapun rincian penanganan jalan tahun 2026 meliputi rekonstruksi jalan dan pembangunan drainase ruas Sp. Beraban–Munggu–Pantai Nyanyi sepanjang 1,70 km. Kemudian rekonstruksi ruas Tanguntiti (SP)–Pantai Beraban sepanjang 2,50 km, serta ruas Sp. BS Gadungan–Gunung Salak sepanjang 2,10 km.

Selain itu, rekonstruksi ruas Bolangan–Dadia sepanjang 1 km dialokasikan. Penanganan juga menyasar akses menuju RPH Gubug sepanjang 0,50 km, serta pemeliharaan berkala jalan di Banjar Dukuh, Desa Tiying Gading sepanjang 0,80 km.

Menurut Partana, meski terdapat dukungan dari BKK Badung dan Denpasar, seluruh penganggaran tetap masuk dalam struktur APBD Kabupaten Tabanan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pengelolaan dan pengawasan pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Baca juga:  Maling Sasar Rumah Warga di Nusa Penida, Uang dan Perhiasan Raib

Di sisi lain, berdasarkan data Dinas PUPRPKP Tabanan hingga akhir Desember 2025, total panjang jalan kabupaten tercatat mencapai 871,998 kilometer. Dari jumlah tersebut, kondisi jalan dalam kategori baik mencapai 790,520 km atau 90,66 persen. Sementara kondisi sedang sepanjang 45,892 km (5,26 persen), rusak ringan 7,526 km (0,86 persen), dan rusak berat 28,060 km atau 3,22 persen.

Jika digabungkan, panjang jalan dengan kondisi mantap (baik dan sedang) mencapai 836,412 km atau 95,92 persen. Capaian ini menunjukkan kualitas infrastruktur jalan di Tabanan relatif terjaga, meskipun masih terdapat sejumlah ruas yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Baca juga:  Belasan Kilometer Jalan dan Jembatan Rusak Akibat Bencana

“Untuk data kondisi jalan tahun 2026 yang lebih valid, saat ini masih dalam proses survei oleh konsultan. Hasilnya nanti akan menjadi dasar dalam penentuan prioritas penanganan berikutnya,” jelas Partana.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen menjaga konektivitas antarwilayah, khususnya akses menuju kawasan pertanian, permukiman, dan destinasi wisata. Dengan penanganan berkelanjutan, diharapkan kualitas jalan di Tabanan semakin meningkat dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.(Dewi Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN