
NEGARA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana secara resmi meluncurkan penerapan sistem pembayaran non-tunai menggunakan e-money pada tol gate di area manuver dan Terminal Gilimanuk, Selasa (24/2).
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat perluasan digitalisasi di wilayah Jembrana.
Serta bagian kebijakan empati fiskal ditempuh Bupati Jembrana untuk meningkatkan PAD dan cermat anggaran di tengah pengurangan dana transfer pusat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna menyampaikan bahwa digitalisasi sistem pembayaran ini merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih cepat, mudah, transparan, dan akuntabel. Penggunaan teknologi ini juga dinilai sebagai bentuk tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Penerapan sistem e-money ini membawa misi penting bagi stabilitas ekonomi daerah, seperti optimalisasi PAD yang menjadi kunci keberlanjutan program pembangunan di Kabupaten Jembrana. Selain optimalisasi PAD, transparansi anggaran untuk meminimalisir potensi kebocoran retribusi daerah karena seluruh transaksi tercatat secara real-time. Dan terakhir efisiensi layanan sehingga pengelolaan retribusi parkir dan terminal menjadi jauh lebih efektif dan terintegrasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut Wabup Ipat menyampaikan meskipun telah resmi diberlakukan, pemerintah mengakui masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan. Berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat beberapa catatan evaluasi seperti penyesuaian tinggi dispenser kartu dan penyediaan bukti pembayaran (struk) yang lebih baik.
“Sosialisasi akan terus ditingkatkan, terutama bagi pengguna sepeda motor yang masih jarang menggunakan e-money. Sebagai langkah antisipasi bagi warga yang belum memiliki kartu, pemerintah menyiapkan opsi pembayaran melalui QRIS maupun penggunaan uang tunai yang nantinya akan dibantu oleh petugas di lokasi,” ucapnya.
Momentum peresmian ini menurutnya dirasa sangat tepat mengingat dalam waktu dekat masyarakat akan menyambut hari raya Idul Fitri dan Nyepi. Sosialisasi masif tidak hanya dilakukan di wilayah Jembrana, tetapi juga akan menyasar hingga ke area Ketapang guna memastikan para pengguna jasa penyeberangan telah siap dengan sistem baru ini.
“Program ini terselenggara berkat kolaborasi erat dengan PT Bank BPD Bali melalui bantuan CSR perangkat digitalisasi. Pemerintah berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung penuh transformasi ini demi kesejahteraan masyarakat Jembrana yang berkelanjutan,” pungkasnya Wabup Ipat. (Adv/balipost)










