
SINGASANA, BALIPOST.com – Perumda Air Minum Tirta Amerta Buana Kabupaten Tabanan bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat mempengaruhi produksi dan distribusi air bersih. Berbagai langkah mitigasi dilakukan, mulai dari penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga penambahan dukungan peralatan di instalasi yang dinilai rawan.
Plt. Kabag Langganan Perumda Tirta Amerta Buana Tabanan, I Made Pande Suardika mengatakan, ada sejumlah titik jaringan yang memang menjadi perhatian serius karena berada di pinggir aliran sungai. Alasannya, jika debit air meningkat, proses produksi bisa terdampak, terutama terkait kekeruhan. Instalasi yang dinilai paling krusial berada di wilayah Nyanyi kecamatan Kediri, Dedari kecamatan Marga, dan Gangsang kecamatan Marga.
“Semua instalasi tentu punya risiko karena dekat sungai. Kalau air naik, bisa berpengaruh pada produksi. Tapi selama tidak merusak konstruksi, kami masih bisa tangani,” ujarnya, Kamis (12/2).
Untuk mencegah gangguan lebih besar, petugas akan melakukan penanganan cepat apabila terjadi sumbatan sampah maupun endapan lumpur. Pembersihan dilakukan di titik pengambilan air baku agar proses pengolahan tetap berjalan dan distribusi tidak sampai terputus.
Saat ini Tabanan memiliki tujuh instalasi pengolahan air (IPA), yakni di Nyanyi Kediri, Telaga Tunjung Kerambitan, Bajera Selemadeg, Lalanglinggah Selemadeg Barat, Pesiapan Tabanan, Candikuning Baturiti, serta Dedari Marga. Seluruhnya disebut dalam kondisi siap beroperasi.
Ditambahkan Kasubag Humas Perumda Tirta Amerta Buana, I Putu Wahyu Untung Suardana, kesiapan dukungan kelistrikan juga menjadi perhatian. Pasalnya, saat cuaca ekstrem gangguan paling sering muncul adalah akibat pohon tumbang atau ranting yang mengganggu jaringan PLN. Hal tersebut sudah diantisipasi melalui koordinasi intensif serta kesiapan pompa cadangan.
Di IPA Dedari, misalnya, direncanakan penambahan kapasitas genset. Peralatan lama dinilai sudah berusia cukup lama, sementara kebutuhan pelayanan air semakin meningkat.
Perusahaan daerah itu juga menegaskan masih membuka peluang pemasaran bagi masyarakat Tabanan yang belum menikmati layanan air bersih perpipaan. Kapasitas produksi dinilai masih mencukupi untuk menjangkau pelanggan baru.
“Dari sisi kemampuan suplai, kami masih sanggup melayani. Jadi masyarakat yang belum terlayani silakan mengajukan,” jelasnya.
Ke depan, selain memperkuat infrastruktur, perhatian diarahkan pada pengembangan SDM. Penguatan kemampuan petugas diyakini akan berdampak langsung pada keandalan sistem pelayanan, termasuk saat menghadapi kondisi darurat akibat cuaca. Sebagai dukungan distribusi saat terjadi gangguan, perumda juga menyiagakan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk membantu suplai air ke wilayah yang membutuhkan. (Puspawati/balipost)










