
BANGLI, BALIPOST.com – Populasi ikan Red Devil diperkirakan telah menguasai 70 hingga 80 persen perairan Danau Batur, Kintamani. Dominasi ikan invasif tersebut kian mengancam populasi ikan lokal di kawasan tersebut. Menyikapi kondisi itu, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli menjadwalkan aksi pengendalian, pada Jumat (13/2).
Kegiatan pengendalian rencananya difokuskan di wilayah Desa Abang Batudinding dan Desa Terunyan. Aksi itu akan dilakukan melibatkan nelayan dan masyarakat setempat.
Kabid Perikanan Dinas PKP Bangli, I Wayan Agus Wirawan mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Usaha Pengolahan Ikan (UPI) di Pengambengan, Negara. Berdasarkan kesepakatan, hasil tangkapan red devil akan diserap oleh pabrik untuk diolah menjadi tepung ikan. “Sistemnya nanti dibeli di sana,” ujarnya, Rabu (11/2).
Pihaknya menargetkan tangkapan dalam aksi perdana nanti sebanyak 3 hingga 4 ton. Namun, mengingat kondisi cuaca hujan saat ini, tangkapan diprediksi di angka 1 hingga 2 ton.
Menurut Agus Wirawan upaya pengendalian harus dilakukan secara kontinu karena keberadaan Red Devil telah mengancam ikan lokal di Danau Batur. Pihaknya pun mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menekan populasi red devil.
Agus berharap aksi pengendalian Jumat nanti menjadi pemicu bagi masyarakat dan nelayan untuk bergerak secara mandiri. Dengan adanya jalur distribusi yang jelas ke pabrik pengolahan di Negara, masyarakat kedepan diharapkan bisa menjalin kerja sama langsung dengan pihak industri pengolahan ikan di negara.
“Kami sifatnya memfasilitasi di awal, membukakan jalan. Kami harapkan kedepan mayarakat bisa mandiri melakukan kerjasama dengan UPI di Negara,” harapnya. (Dayu Swasrina/balipost)










