Gedung instalasi jenasah RSUD Tabanan yang baru selesai dibangun. (BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – RSUD Tabanan menargetkan gedung instalasi jenazah yang baru mulai beroperasi penuh pada April 2026. Saat ini, manajemen rumah sakit masih menuntaskan penataan infrastruktur, terutama akses halaman depan yang dipenuhi jaringan pipa dan kabel bawah tanah.

Direktur RSUD Tabanan, dr. I Gede Sudiarta menjelaskan, kesiapan operasional sangat bergantung pada proses pemadatan tanah serta pemasangan paving yang harus melalui mekanisme tender. “Di bawah akses jalan itu ada banyak jaringan. Ada kabel, pipa genset, pipa saluran. Kalau sekarang dilalui kendaraan tertentu bisa jebol,” ujarnya, Selasa (10/2).

Baca juga:  35 Pegolf Junior Bertanding di Bali Handara

Oleh karena itu, sebelum difungsikan, area tersebut mesti diperkuat agar aman dilintasi kendaraan operasional. Pekerjaan penutupan permukaan dengan paving membutuhkan anggaran ratusan juta rupiah sehingga harus dilelang.

Meski demikian, pihak rumah sakit berharap bangunan tersebut sudah bisa diupacarai pada Maret 2026. Jika memungkinkan, momentum itu sekaligus dirangkaikan dengan peresmian oleh Bupati Tabanan. “Kalau bisa pamelaspasan dan peresmian bersamaan, tentu kami bersyukur. Tetapi layanan teknis medis kami harapkan berjalan penuh April 2026,” tegasnya.

Baca juga:  Tunggu Hasil Labfor, Tulang Kerangka Mr.X Dikuburkan

Gedung ini nantinya tidak sekadar menjadi tempat pemulasaraan jenazah. RSUD Tabanan menyiapkannya sebagai pusat layanan forensik lengkap, mulai dari visum hingga otopsi. Kehadiran fasilitas tersebut menjadikannya instalasi forensik pertama di level rumah sakit kabupaten/kota di Bali di luar RSUP Prof Ngoerah.

Sebagai penunjang, gedung itu dilengkapi 54 loker jenazah dan delapan unit freezer penyimpanan. Hal ini guna memastikan pelayanan lebih representatif sekaligus memenuhi standar penanganan modern.

Baca juga:  Tak Hanya di Jembrana, IGD RSUD Tabanan Juga Tangani Warga Digigit Ular

Dari sisi sumber daya manusia, Sudiarta memastikan tenaga dokter forensik beserta tim pendukung sudah tersedia. Dengan demikian, saat bangunan resmi difungsikan, pelayanan bisa langsung berjalan. “Dokter forensiknya sudah ada. SDM siap, jadi nanti layanannya lengkap,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN