
DENPASAR, BALIPOST.com- Struktur pasar kerja di Bali kian menunjukkan pergeseran signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat, penyerapan tenaga kerja semakin menguat di sektor formal dan jasa.
Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar menyebutkan, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, tidak terjadi perubahan pola pada tiga lapangan pekerjaan dengan jumlah tenaga kerja terbesar dibandingkan Agustus 2025. Perdagangan masih menjadi penyerap tenaga kerja tertinggi dengan porsi 21,07 persen, disusul Pertanian 15,59 persen, serta Industri Pengolahan 15,34 persen.
“Namun demikian, dari ketiga sektor utama tersebut, hanya pertanian yang mengalami penurunan jumlah pekerja,” katanya.
Dibandingkan Agustus 2025, sektor pertanian kehilangan sebanyak 47,34 ribu pekerja, menjadikannya sektor dengan penurunan tenaga kerja terbesar di Bali.
Di sisi lain, sektor jasa justru mencatatkan pertumbuhan signifikan. Tiga lapangan pekerjaan dengan penambahan tenaga kerja terbesar adalah Aktivitas Jasa Lainnya yang meningkat 13,64 ribu orang, Aktivitas Profesional dan Perusahaan bertambah 12,02 ribu orang, serta Akomodasi dan Makan Minum yang naik 10,61 ribu orang. Kondisi ini menegaskan kuatnya kembali sektor berbasis jasa seiring pemulihan ekonomi dan pariwisata Bali.
Ia mengatakan, dari sisi status pekerjaan, pekerja di Bali masih didominasi oleh buruh/karyawan/pegawai. Sakernas November 2025 mencatat persentasenya mencapai 46,84 persen, sementara pekerja bebas di sektor pertanian menjadi kelompok paling kecil dengan hanya 1,63 persen.
Jika dibandingkan Agustus 2025, proporsi buruh/karyawan/pegawai meningkat sebesar 0,81 persen poin. Beberapa status pekerjaan lain juga mengalami kenaikan, antara lain berusaha dibantu buruh tetap/dibayar serta pekerja bebas di nonpertanian. Sebaliknya, pekerja berusaha sendiri dan pekerja bebas di pertanian justru mengalami penurunan.
Lebih lanjut, BPS Bali mencatat terjadinya penguatan sektor formal. Pada November 2025, jumlah penduduk yang bekerja di kegiatan formal mencapai 1,35 juta orang atau 50,53 persen, melampaui sektor informal yang tercatat sebanyak 1,32 juta orang atau 49,47 persen. Dibandingkan Agustus 2025, persentase pekerja formal meningkat sebesar 1,00 persen poin.
Agus Gede Hendrayana menyatakan bahwa data ini mencerminkan transformasi pasar kerja Bali yang semakin mengarah pada sektor formal dan jasa, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan dunia usaha. (Suardika/balipost)










