Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq didampingi Menteri Pariwisata dan Gubernur Bali, Wayan Koster saat bersih-bersih sampah laut di Pantai Kedonganan, Badung, Jumat (6/2) pagi. (BP/win)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Korve (kerja bakti atau gotong royong) bersih-bersih sampah laut digelar di Bali, Jumat (6/2), sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Kegiatan ini diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) sebagai bagian dari penguatan gerakan nasional penanganan sampah.

Aksi ini dilaksanakan serentak di tiga pantai, yakni Pantai Kelan, Pantai Kedonganan, dan Pantai Jimbaran, Kabupaten Badung. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menekan pencemaran laut, khususnya sampah plastik, sekaligus menumbuhkan budaya bersih di kawasan pesisir.

Baca juga:  Kapolda Bali Datangi Hotel Ayana, Perketat Pintu Masuk dan Keluar Bali

Berbagai pemangku kepentingan terlibat dalam aksi ini, mulai dari kementerian dan lembaga, akademisi, perwakilan negara sahabat, organisasi masyarakat sipil, hingga sektor swasta. Sejumlah kementerian yang hadir antara lain Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Pariwisata, bersama jajaran pejabat eselon I KLH/BPLH.

Aksi ini juga melibatkan Gubernur Bali beserta Forkompimda Pemprov Bali dan Kabupaten Badung. Dari unsur akademisi, kegiatan ini melibatkan perwakilan Universitas Udayana.

Dukungan komunitas internasional tampak dari kehadiran perwakilan kedutaan besar Inggris, Kanada, Denmark, dan Belanda. Aksi ini juga diikuti berbagai lembaga non-profit lingkungan, asosiasi pengelolaan dan daur ulang sampah, komunitas akar rumput, serta perusahaan swasta nasional dan multinasional di sektor pangan, kemasan, dan barang konsumsi.

Baca juga:  Banjir Rob Terjang Pantai Monggalan Kusamba

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq dalam sambutannya menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui kegiatan seremonial. Penanganan sampah, menurutnya, harus dilakukan secara sistematis, berkelanjutan, dan menjadi tanggung jawab bersama.

“Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah. Ini bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga persoalan budaya yang harus kita ubah. Presiden Prabowo telah mengingatkan bahwa Bali menjadi salah satu etalase nasional, sehingga kebersihan dan kelestarian lingkungannya harus dijaga dengan serius,” ujarnya.

Baca juga:  Segera Dibentuk, Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

Hanif menekankan bahwa keberlangsungan pariwisata nasional sangat bergantung pada Bali. Jika Bali tidak terjaga kebersihannya, maka citra pariwisata Indonesia secara keseluruhan akan terdampak. Karena itu, ia mengajak seluruh unsur pemerintah, TNI-Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, NGO, pelajar, dan masyarakat untuk terus menguatkan gerakan bersih sampah setiap hari.

“Bali tidak boleh kalah oleh sampah. Keindahan alam yang merupakan anugerah Tuhan harus kita jaga bersama. Gerakan Indonesia ASRI harus menjadi budaya, bukan sekadar slogan, agar Bali tetap menjadi destinasi wisata kelas dunia,” tegasnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN