Pihak SPPG Subagan 2 saat menarik menu makanan yang tak layak untuk dikonsumsi di sekolah SDN 5 Karangasem, pada Rabu (4/2). (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Kejadian menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tak layak dikonsumsi siswa kembali terjadi di Kabupaten Karangasem. Kali ini kejadian tersebut menimpa SDN 5 dan SDN 1 Karangasem. Sejumlah menu makanan yang diterima siswa tak layak untuk dikonsumsi, sehingga menu tersebut dikembalikan ke pihak SPPG yang mendistribusikan makanan tersebut.

Hal tersebut diakui Kepala SDN 5 Karangasem, Putu Arnawa. Pihaknya membenarkan ada sejumlah menu makanan yang diterima pihak sekolah tidak layak untuk dikonsumsi oleh para siswa. Menu yang tak layak dimakan tersebut, diantaranya menu sate dan nasi.

Baca juga:  Program MBG Berdayakan Pengrajin Tahu Tempe

“Ya, ada menu sate dan nasi yang tak dikonsumsi oleh anak-anak. Karena nasinya kurang matang dan kering, serta satenya masem/pasil. Jadi, anak-anak tidak kami ijinkan untuk mengkonsumsinya,” ujarnya saat disambangi di sekolahnya, pada Rabu (4/2).

Arnawa mengatakan, karena ada menu yang tidak layak dikonsumsi oleh siswa, maka pihak SPPG yang menangani MBG ini, telah meminta supaya para siswa tidak mengkonsumsinya.

“Menu MBG yang yak layak dikonsumsi telah dikembalikan lagi. Sementara yang layak selain sate, ada yang beberapa dikonsumsi oleh anak-anak,” katanya.

Baca juga:  Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Tunjukan Capaian Besar Perkuat Fondasi Kesehatan dan Gizi

Dia menjelaskan, pasca adanya kejadian itu, pihaknya langsung menginformasikan kepada orang tua siswa, bagi anak-anak yang biasa makan agar membawakan makanan untuk anak-anaknya ke sekolah.

“Tadi, orang tua siswa sudah membawakan anak-anak mereka makanan ke sekolah untuk di konsumsi,” imbuhnya sembari menyatakan, kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi. “Kalau sebelumnya menunya enak-enak, sehingga anak-anak menangi MBG ini,” tambahnya.

Kepala SPPG Subagan 2, Ariasa juga membenarkan jika ada sejumlah menu MBG yang didistribusikan tak layak untuk dikonsumsi, yakni untuk sate dan nasinya.

Baca juga:  Prabowo Puji Kepala BGN Kembalikan Anggaran MBG Rp70 Triliun

“Ada dua sekolah yang bermasalah MBG nya, yakni SDN 5 Karangasem dan SDN 1 Karangasem dari 11 sekolah yang ditangani. Dan kami sudah sampaikan ke pihak kepala sekolah, supaya anak-anak untuk tidak mengkonsumsinya,” katanya.

Ariasa menjelaskan, kalau bahan sate telah dipersiapkan sejak Selasa sore dan baru dimasak pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.00 Wita. “Kalau dibilang mentah, menurut saya tidak. Nasinya matang, hanya saja bagian atasnya agak kering. Kemungkinan karena air saat memasak kurang,” jelasnya. (Eka Prananda/balipost)

BAGIKAN