Paus Kogia yang terdampar di Pantai sekitar Tembles, Penyaringan, Selasa (27/1) pagi yang selanjutnya dievakuasi ke Buleleng. Paus tersebut akhirnya mati. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Seekor Paus Sperma Kerdil (Kogia breviceps) yang sempat ditemukan terdampar di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, akhirnya mati. Sebelumnya, mamalia laut dilindungi itu, sempat mendapatkan penanganan medis di Umah Lumba milik Jaringan Satwa Indonesia (JSI-JAAN) di Buleleng. Namun akhirnya paus tersebut mati.

Dokter hewan JSI-JAAN, Deny Rahmadani, membenarkan paus tersebut mati, Rabu (28/1). Usai dinyatakan mati, tim medis langsung melakukan nekropsi atau bedah bangkai untuk memastikan penyebab kematiannya.

“Siang kemarin paus mati, sudah kami lakukan nekropsi dan sudah kami laporkan dan koordinasikan juga ke BPSPL Denpasar. Sorenya tim medis melakukan nekropsi hingga malam hari,” ujar Deny saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (29/1).

Baca juga:  Terseret Arus saat Jaring Ikan, Remaja Hilang di Bendungan Titab-Ularan

Dari hasil nekropsi, tim dokter menemukan adanya kerusakan cukup parah pada organ dalam paus berukuran panjang sekitar 2,1 meter itu. Deny menjelaskan, sejak awal dievakuasi kondisi satwa tersebut memang sudah sangat lemah. Bahkan posisi tubuhnya miring ke kanan. Sebelumnya, paus sempat didorong warga dan nelayan kembali ke laut, namun kembali terdampar.

“Hasil nekropsi terlihat ada perubahan pada paru-paru, warnanya kemerahan hingga kehitaman dan terdapat busa. Itu menandakan saat terdampar banyak air laut yang masuk ke paru-paru sehingga menyebabkan kesulitan bernafas dan berujung gagal napas,” jelasnya.

Baca juga:  Lumba-lumba Terdampar di Kawasan Pantai Indah

JSI-JAAN menduga, paus tersebut terdampar akibat disorientasi. Dugaan itu diperkuat karena satwa tersebut sempat dilepas kembali ke laut, namun kembali lagi ke pesisir.

Seperti diberitakan sebelumnya, paus itu pertama kali terlihat oleh pemilik warung di kawasan Pantai Tembles pada Senin (26/1) malam sekitar pukul 20.00 WITA. Warga sempat berupaya mengevakuasi dengan cara mendorong paus ke tengah laut.

Namun, keesokan harinya, Selasa (27/1) sekitar pukul 07.00 WITA, mamalia laut itu kembali ditemukan terdampar tidak jauh dari lokasi awal. Kondisinya semakin lemah dan tampak mengalami luka memar. Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika mengatakan saat ditemukan paus sudah dalam kondisi lemas dan ada warna merah pada tubuhnya yang diduga luka memar.

Baca juga:  Nyepi Pengaruhi Kualitas Udara di Bali, Ini Hasil Observasi BMKG

Petugas gabungan dari Polsek Mendoyo, penyuluh perikanan, serta pihak terkait sempat melakukan upaya penyelamatan. Karena kondisinya terus menurun, paus tersebut kemudian dievakuasi ke fasilitas rehabilitasi JSI di Buleleng untuk penanganan lebih lanjut. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN