
SINGASANA, BALIPOST.com – Aksi pencurian sepeda motor terjadi di wilayah Banjar Ngis Kaja, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Senin (26/1) malam. Pelaku pencurian sepeda motor Honda Vario 125 milik warga setempat berhasil diamankan aparat Polsek Penebel, namun sebelumnya sempat menjadi sasaran amukan warga.
Korban diketahui bernama I Gede Ditya Anta Putra (21), warga Banjar Ngis Kaja. Sepeda motor warna biru miliknya raib saat diparkir di halaman rumah dengan kondisi kunci masih menempel. Jarak kendaraan dari jalan umum sekitar tiga meter.
Kepala Kewilayahan Banjar Ngis Kaja, I Made Sumardia, Rabu (28/1), mengungkapkan peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu korban baru pulang dari bale banjar dan terkejut mendapati sepeda motornya sudah tidak berada di tempat.
Mengetahui kejadian itu, korban segera melapor kepada kawil setempat. Warga kemudian berinisiatif menyebarkan informasi kehilangan melalui media sosial dan grup WhatsApp guna mempercepat pencarian. Selain itu, rekaman CCTV di sekitar lokasi juga diperiksa.
“Dari rekaman CCTV terlihat seorang pria mengenakan kaos kuning membawa sepeda motor ke arah utara. Warga dan pemuda langsung melakukan pencarian,” ujar Sumardia.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Seorang rekan korban yang melintas di depan lapak pedagang durian di Banjar Jegu Bale Agung mencurigai sepeda motor yang terparkir di lokasi tersebut. Setelah dicek, nomor polisi kendaraan dipastikan sama dengan milik korban.
Pelaku kemudian diketahui berinisial M Azjril Akbar Saputra (21), asal Surabaya. Ia merupakan rekan anak penjual durian di lokasi tersebut dan diketahui bekerja di sebuah pabrik pengolahan sosis di Banjar Telaga Tunjung, Desa Timpag, Kerambitan.
Emosi warga yang memuncak membuat pelaku sempat mendapat pukulan dan tendangan dari massa. Situasi berhasil dikendalikan setelah Kapolsek Penebel AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa bersama anggota tiba di lokasi dan mengamankan pelaku.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pelaku sempat dibawa ke Puskesmas Penebel I untuk mendapatkan perawatan medis. Namun karena massa masih berdatangan, polisi berkoordinasi dengan Reskrim Polres Tabanan dan selanjutnya membawa pelaku ke RSUD Tabanan.
“Saat ini pelaku sudah diamankan dan penanganan kasus dilanjutkan di Polres Tabanan,” tegasnya.(Puspawati/balipost)










