Proses penjurian lomba desain Logo HUT Kota Denpasar awal Januari lalu. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam mendesain logo HUT ke-238 Kota Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar menggelar perlombaan. Lomba perdana yang digelar tahun ini pun telah menyeleksi 21 karya dengan memilih satu karya terbaik. Adapun desain logo karya I Gede Harsemadi dengan mengangkat tema “Samasta Bhuwana Jagaditha” terpilih menjadi pemenang.

Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kota Denpasar I Wayan Hendaryana saat diwawancarai, Selasa (27/1) mengatakan, lomba ini melibatkan 3 juri berasal dari kalangan profesional dan berada di luar Pemkot Denpasar.

“Juri ada dari ISI Bali, kemudian ada juga orang branding, serta tokoh kreatif Rahtut. Untuk menjaga netralitas, sistem penilaian menerapkan metode blind review. Karya-karya yang dinilai oleh dewan juri tidak mencantumkan identitas pendesain, melainkan hanya menggunakan nomor urut 1 hingga 21,” kata Hendar.

Baca juga:  Denpasar Tidak Ada Penambahan Kasus Positif COVID -19 Baru

Dari 21 karya dipilih 5 karya untuk penilaian awal. Selanjutnya keluarlah pemenang pertama serta dua pemenang favorit. Untuk pemenang pertama mendapatkan hadiah uang Rp10 juta dipotong pajak, dan dua juara favorit masing-masing Rp5,4 juta dipotong pajak. Hadiah pemenang ini akan diserahkan langsung pada saat HUT Kota Denpasar 27 Februari nanti.

Hendar menjelaskan, logo karya I Gede Harsemadi dipilih karena dinilai paling mampu merepresentasikan tema besar HUT ke-238 Kota Denpasar tahun ini dengan memadukan warna kuning, oranye dan merah.

Baca juga:  41 Regu Ikuti Lomba Gerak Jalan 17 KM Dewasa Putri

Filosofi logo tersebut yakni Kota Denpasar mendedikasikan dirinya untuk menciptakan kesejahteraan dan keharmonisan, tidak hanya bagi warganya sendiri, tetapi bagi seluruh dunia yang saling terhubung.

Sementara tema Samasta Bhuwana Jagadhita adalah kristalisasi dari konsep luhur Tri Hita Karana dalam skala global. Jagadhita tidak mungkin tercapai tanpa harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Kata Bhuwana mewakili alam, dan Samasta mewakili manusianya. Tema ini diambil dari gabungan kata Samasta (keseluruhan/inklusif), Bhuwana (dunia/alam semesta), dan Jagadhita (kesejahteraan/kebahagiaan). Secara harfiah, tema ini bermakna kesejahteraan bagi seluruh alam semesta.

Baca juga:  Sambut Pertemuan IMF-WB, Pemkab Siapkan Festival Desa Wisata Nusantara   

Hendar menyebut, semua karya peserta yang masuk dinilai bukan sekadar grafis, melainkan representasi intelektual warga terhadap kotanya. “Para insan kreatif kita tidak hanya menawarkan estetika visual, tetapi juga membawa narasi yang sangat kuat. Mereka adalah mitra strategis pemerintah dalam merumuskan bagaimana wajah Denpasar dipandang oleh dunia,” ujarnya.

Logo pemenang ini nantinya akan digunakan dalam seluruh rangkaian acara peringatan hari jadi kota dan menjadi simbol semangat bagi aparatur pemerintah serta masyarakat dalam membangun Denpasar satu tahun ke depan.(Widiastuti/balipost)

 

BAGIKAN