Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Muhammad Iqbal Simatupang saat mengadakan pertemuan dengan awak media. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Mutasi kembali bergulir di lingkungan Polri. Kali ini, Wakapolda Bali dan Kapolresta Denpasar diganti berdasarkan Keputusan Kapolri No.Kep/98/I2026 tanggal 22 Januari 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Muhammad Iqbal Simatupang digantikan oleh Kombes Pol. Leonardo David Simatupang. Selanjutnya, Kombes Iqbal menjabat Assessor SDM Kepolisian Madya Tingkat II SSDM Polri. Sedangkan Kombes Leonardo sebelumnya menjabat Auditor Kepolisian Madya Tingkat III Itwarsum Polri.

Wakapolda Bali, Brigjen Pol. Komang Sandi Arsana dimutasi sebagai Karokukum Lemdiklat Polri. Penggantinya yakni Brigjen Pol. I Made Astawa yang sebelumnya menjabat Wakadensus 88 Polri. Brigjen Astawa pernah menjabat Kapolres Badung.

Baca juga:  Kabupaten Ini, Dampingi Denpasar di Posisi Kedua Kasus Positif COVID-19 Terbanyak

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandi saat dikonfirmasi membenarkan adanya mutasi tersebut. “Ya, ada mutasi. Untuk di Polda Bali, ada pergantian Wakapolda dan Kapolresta Denpasar,” ujarnya.

Perlu diketahui, Kombes Iqbal resmi menjabat Kapolresta Denpasar sejak 15 Januari 2025. Selama menjadi orang nomor satu di Polresta Denpasar, banyak kasus menonjol yang diungkap, terutama pembunuhan. Kasus-kasus tersebut, yakni pembunuhan terjadi di Jalan Ahmad Yani Utara Gang Ken Umang, Denpasar Utara.

Pria asal Mengwi, Si Ketut Raka (61) ditusuk menggunakan kerambit hingga meninggal dunia oleh Farditiya (41).

Selanjutnya, pembunuhan di wilayah Denpasar Utara, tepatnya depan toko sembako Jalan Nangka Utara. I Kadek Parwata (31) ditusuk oleh Bastomi Prasetyawan (33) hingga meninggal. Pelaku berhasil ditangkap di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Baca juga:  Dua Hal Ini, Penyebab Bangsa Tercerabut dari Nilai Akarnya

Berselang sembilan hari kemudian, jasad Suparno (67) ditemukan di semak-semak, Jalan Pura Demak, Denpasar Barat. Korban dibunuh oleh Ahmad Santoso (29) yang saat itu dalam pengaruh narkoba. Kemudian, kasus perampokan dan pembunuhan terjadi di Jalan Kori Nuansa Barat III, Taman Griya, Jimbaran, Kuta Selatan.

Moch. Rafli Barizi (21), buruh proyek, membunuh Kartini (57) dan menganiaya Dika Putri Kartikasari (25) hingga luka parah.

Kasus pembunuh driver online, Remi Yuliana Putri (36) menggegerkan masyarakat Bali. Kasus tersebut berhasil diungkap tim gabungan Satreskrim Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Selatan (Densel). Pelakunya, Galuh Widy Asmoro (26) ditangkap di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (3/5) malam.

Baca juga:  Penantian 28 Tahun, GWK Akhirnya Diresmikan Presiden Jokowi

Karena melakukan perlawanan saat ditangkap, polisi terpaksa menembak kedua kaki pelaku. Pelaku bunuh korban di lahan kosong, Jalan Goa Gong, Jimbaran, Kuta Selatan.

Kasus pembunuhan dan pembakaran penjaga vila, Ade Adriansah terjadi di Jalan Gurita IV, Perumahan Pondok Gurita, Sesetan, Denpasar Selatan (Densel). Tim gabungan Ditrekrimum Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polsek Densel berhasil menangkap pelakunya, Muhammad Babul Wahyudi (33) bersama sepupunya, Dimas Ari Ramadhan (23). Mereka dibekuk di Jawa. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN