
SINGASANA, BALIPOST.com – Pembangunan gedung parkir bertingkat di lahan eks Kantor Dinas Pariwisata (Dispar) Tabanan telah rampung secara fisik. Namun, fasilitas yang digadang-gadang menjadi solusi kepadatan parkir dan kemacetan di kawasan RSUD Tabanan ini belum dioperasionalkan. Pemerintah Kabupaten Tabanan menargetkan pemanfaatannya baru dimulai setelah seluruh tahapan uji dan kelengkapan administrasi diselesaikan.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengatakan, bangunan sudah rampung. Dan tentunya untuk bisa memberikan manfaat yang maksimal, masih perlu dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung. Target diharapkan tahun 2026 ini sudah bisa difungsikan.
“Bangunan telah selesai dibangun, tentu masih perlu dilakukan penambahan fasilitas pendukung, sehingga harapan tahun ini sudah bisa dimanfaatkan untuk mengurai kemacetan,”ucapnya, Rabu (21/1).
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Tabanan, I Made Dedi Darma Saputra, menjelaskan bahwa secara teknis bangunan telah selesai sepenuhnya. Saat ini, fokus pengujian diarahkan pada ketahanan bangunan terhadap hujan lebat dan sistem drainase, mengingat gedung parkir tersebut dilengkapi basement. meski bangunan telah selesai dibangun, pemerintah daerah masih melakukan persiapan administrasi serta melengkapi fasilitas pendukung sebelum digunakan.
“Kami masih melakukan uji ketahanan terhadap hujan dan aliran drainase air, khususnya di area basement. Termasuk memfinalisasi ketahanan struktur terhadap hujan dan angin,” jelasnya.
Untuk diketahui gedung parkir bertingkat ini dibangun secara bertahap. Pada tahap pertama, anggaran yang dikucurkan mencapai sekitar Rp 7 miliar, sedangkan tahap kedua menghabiskan dana sekitar Rp 15 miliar. Penyesuaian anggaran dilakukan seiring kewajiban pemerintah daerah membiayai sejumlah program prioritas lainnya.
Keberadaan gedung parkir ini diharapkan mampu memperkuat layanan RSUD Tabanan, khususnya dalam penyediaan lahan parkir bagi pasien dan pengunjung. Selain itu, fasilitas ini juga diproyeksikan membantu mengurai kemacetan di ujung selatan Jalan Diponegoro, kawasan yang selama ini padat aktivitas akibat keberadaan rumah sakit, Graha Yadnya, serta sejumlah sekolah.
Dari sisi kapasitas, setiap lantai parkir mobil diperkirakan mampu menampung sekitar 30 unit kendaraan roda empat, sementara area basement diproyeksikan menampung ratusan sepeda motor. Namun demikian, kepastian kapasitas masih menunggu hasil kajian dari Dinas Perhubungan.
Selain berfungsi sebagai fasilitas pendukung layanan publik, gedung parkir bertingkat ini juga diproyeksikan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi parkir. “Kalau mengacu pada perencanaan, parkir bertingkat ini berpotensi menghasilkan PAD melalui retribusi, tentu dengan persetujuan pimpinan,” pungkas Dedi.(Puspawati/balipost)










