
BANGLI, BALIPOST.com – Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Bhukti Mukti Bhakti (BMB) resmi mengelola lima pasar rakyat di Kabupaten Bangli per 18 Desember 2025. Dari pengelolaan lima pasar, BMB ditargetkan mampu meraup retribusi Rp 5 miliar pada tahun 2026.
Direktur Perseroda BMB, Anak Agung Wibawa Putra, menyebutkan lima pasar yang dikelola Perseroda BMB meliputi Pasar Kidul, Pasar Singamandawa, Pasar Kayuambua, Pasar Yangapi, dan Pasar Seni Geopark. Dengan resmi dikelola Perseroda BMB, seluruh aspek operasional mulai dari pemungutan retribusi hingga kebersihan area pasar, kini menjadi tanggung jawab pihaknya.
“Untuk kebersihan tanggung jawab kami hanya yang di area gedung pasar saja,” ujarnya, Senin (12/1)
Agung Wibawa mengungkapkan, dari pengelolaan kelima pasar tersebut pihaknya ditargetkan memungut retribusi sebesar Rp 5 miliar pada tahun 2026. Angka tersebut sama dengan target tahun sebelumnya. Dari kerjasama pengelolaan pasar ini nantinya Pemerintah Kabupaten Bangli akan membayar jasa atas pemungutan retribusi tersebut kepada perseroda BMB.
Perseroda BMB saat ini masih memetakan potensi pendapatan per bulan karena aktivitas di setiap pasar berbeda-beda. Ada yang buka setiap hari dan ada yang tiga hari sekali sesuai hari pasaran.
Agung Wibawa tidak menampik adanya tantangan besar dalam pengelolaan pasar terutama pada Pasar Yangapi dan Pasar Seni Geopark yang saat ini masih sepi pedagang.
Menghadapi tantangan tersebut, Perseroda BMB akan melakukan sejumlah langkah diantaranya melakukan pendataan jumlah pedagang dan mengusulkan kepada Pemda untuk perbaikan fasilitas agar pasar lebih layak dan menarik bagi pedagang.
Pihaknya juga akan mengiklankan kios-kios kosong seperti di Pasar Kidul guna menarik minat penyewa baru. “Kami sekarang masih dalam masa transisi,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)










