
DENPASAR, BALIPOST.com – Di tengah dominasi pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi Bali, peluang diversifikasi sektor jasa dinilai menjadi kunci utama penguatan sumber daya manusia (SDM) dan ketahanan ekonomi daerah pada 2026. Bali memiliki potensi besar untuk keluar dari ketergantungan pariwisata melalui pengembangan sektor-sektor baru yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Dosen Program Studi Magister Ilmu Ekonomi FEB Universitas Udayana, Dr. I Wayan Sukadana di Denpasar menyebut, setidaknya ada tiga sektor strategis yang dapat menjadi penopang baru penciptaan lapangan kerja sekaligus melahirkan entrepreneur lokal.
Pertama, industri kesehatan, termasuk gizi dan pangan sehat. Dengan basis pendidikan kesehatan yang cukup kuat serta ketersediaan tenaga medis, Bali dinilai berpeluang mengembangkan layanan kesehatan berkualitas dan medical tourism, menjadikan Bali bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga pusat layanan kesehatan regional.
Kedua, industri seni dan kreatif. Seni disebut sebagai DNA Bali yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Talenta lokal di bidang seni rupa, tari, musik, desain, hingga konten digital berpotensi menembus pasar global dengan dukungan teknologi, film, animasi, dan platform digital.
Ketiga, industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kehadiran komunitas digital nomads, ekosistem startup, dan co-working space menjadi modal besar.
“Dengan kebijakan yang tepat, Bali berpeluang berkembang menjadi pusat inovasi dan ekonomi digital yang menyerap tenaga kerja muda terdidik,” jelasnya Senin (12/1).
Prof. Dr. I.B. Raka Suardana, Guru Besar FEB Undiknas Denpasar menambahkan, perekonomian Bali pada 2026 diproyeksikan masih berada pada jalur ekspansif dengan fondasi pemulihan yang relatif kuat. Bank Indonesia Perwakilan Bali juga mendorong pertumbuhan melalui penguatan sektor nonpariwisata, pengembangan UMKM, hilirisasi komoditas unggulan, serta optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Namun demikian, tantangan utama ke depan adalah peningkatan kualitas SDM. Kesenjangan keterampilan dan tingkat pendidikan dinilai masih menjadi hambatan dalam memenuhi kebutuhan sektor-sektor baru yang padat karya dan berproduktivitas tinggi.
Dengan jumlah penduduk Bali mencapai 4,49 juta jiwa, peluang penciptaan lapangan kerja dinilai masih terbuka luas di sektor ekonomi kreatif, digital, agribisnis, industri hilir, serta pariwisata berkualitas. Diversifikasi ekonomi dinilai menjadi jalan strategis agar Bali mampu tumbuh lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. (Suardika/bisnisbali)










