Gubernur Bali, Wayan Koster (dua kiri) bersama dengan generasi muda yang ngopi di Tan-panama, Sabtu (3/1). Bertepatan dengan Tumpek Krulut, Gubernur Koster mentraktir masyarakat di 3 lokasi, Jenar, Tan-panama, dan Men Wenci. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Memperingati Rahina Tumpek Krulut yang dimaknai sebagai Rahina Tresna Asih atau Hari Kasih Sayang menurut Dresta Bali, Gubernur Bali Wayan Koster mentraktir kopi dan makan di tiga lokasi, yakni Jenar, Tan-Panama Coffee, dan Men Wenci.

Dua lokasi yang dikunjungi Gubernur Koster yakni Jenar Kaliasem dan Tan-Panama Coffee di Jalan Veteran berlangsung pada pagi hari. Kegiatan ini merupakan wujud cinta kasih, kepedulian sosial, sekaligus ruang interaksi langsung antara pemimpin daerah dengan generasi muda Bali.

Gubernur Koster tiba di Jenar Kaliasem sekitar pukul 09.19 WITA. Kehadirannya langsung disambut antusias pengunjung yang didominasi anak muda.

Koster menyalami satu per satu pengunjung yang sedang mengantre, sekaligus melayani permintaan swafoto. Antrean tampak cukup panjang, meskipun masih di pagi hari.

Baca juga:  Sabet Medali Renang Nasional, 3 Siswa Ini Bertemu Bupati Suwirta

Usai dari Jenar, Gubernur Koster melanjutkan kunjungan ke Tan-Panama Coffee yang lokasinya tidak jauh. Sambutan hangat kembali diterima. Anak-anak muda yang tengah mengantre kopi tampak antusias berinteraksi dan berfoto bersama orang nomor satu di Bali itu. Koster juga menyempatkan diri duduk bersama, menyeruput kopi, dan berbincang santai dengan pengunjung.

Menurut Gubernur Koster, kegiatan ini merupakan implementasi nyata nilai tresna asih (cinta kasih) yang menjadi filosofi utama Rahina Tumpek Krulut, yakni menumbuhkan welas asih, keharmonisan, dan kepedulian antarsesama tanpa sekat.

“Tumpek Krulut itu dilaksanakan secara niskala dan sekala. Secara niskala tadi kita laksanakan persembahyangan di Candi Narmada. Secara sekala kita wujudkan lewat aktivitas kopi bareng, sebagai media interaksi dan kasih sayang dengan masyarakat,” ujar Koster ditemui di Tan-Panama Coffee.

Baca juga:  Korupsi Dokumen Kapal, Terdakwa Akui Terima Gratifikasi 

Ia menegaskan, Tumpek Krulut perlu terus diperkuat sebagai hari persembahan khas Dresta Bali, dengan sarana dan tradisi lokal, guna membangun jati diri, karakter, serta identitas masyarakat Bali yang diwariskan secara turun-temurun. “Ini penting kita lakukan agar kita punya sumber nilai untuk membangun jati diri dan karakter masyarakat Bali,” imbuhnya.

Terkait teknis kegiatan, Koster menyebut jumlah kopi yang ditraktir menyesuaikan kondisi di lapangan. Di salah satu lokasi, tercatat sekitar 500-an cangkir kopi dibagikan kepada pengunjung. Seluruh biaya kegiatan bersumber dari anggaran operasional.

Dalam suasana santai, Gubernur Koster juga menanggapi berbagai pertanyaan ringan dari anak muda, termasuk soal budaya ngopi dan penggunaan plastik sekali pakai. Ia mengakui penggunaan plastik masih ada, namun secara umum sudah jauh berkurang seiring meningkatnya kesadaran pelaku usaha.

Baca juga:  Pemda Perlu Bantu Biaya Vaksin COVID-19 Masyarakat

Bahkan, dengan nada berseloroh, Koster sempat berbagi cerita soal kebiasaan minum kopi di campur arak khas daerah Karangasem. “Kalau kopi dicampur arak, katanya bisa jadi netral untuk asam lambung. Itu cerita orang-orang dulu di Karangasem,” ujarnya disambut tawa pengunjung.

Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna ini, Gubernur Koster berharap nilai-nilai luhur budaya Bali tidak hanya dipahami dalam konteks ritual, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang menyentuh kehidupan sosial, khususnya di kalangan generasi muda. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN