Suasana di Jembatan Tukad Bangkung. Tampak railing pengaman terpasang. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Tragedi ulahpati (mengakhiri hidup) kembali terjadi di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Seorang pemuda berinisial MKA (21) diduga kuat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari jembatan tersebut, pada Jumat (2/1) pagi.

Peristiwa ini menambah daftar kejadian serupa di lokasi yang dikenal memiliki kontur tinggi dan ekstrem itu. Padahal, Pemerintah Kabupaten Badung sebelumnya telah memasang railing pengaman serta kamera pengintai (CCTV) berteknologi tinggi di kawasan Jembatan Tukad Bangkung.

Sistem pengawasan ini bahkan dilengkapi kemampuan zoom jarak jauh hingga pengeras suara untuk memberikan peringatan langsung kepada pengguna jalan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung, I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, saat dikonfirmasi Jumat (2/1), membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebutkan bahwa aktivitas korban sebenarnya sudah terpantau oleh sistem CCTV sejak awal pergerakan.

Baca juga:  Bandara Ngurah Rai Tingkatkan Pengamanan

“Berdasarkan surveillance, motor korban kelihatan melintas dari arah Pangsan. Hanya saja, pas di lokasi di Timur (Tukad Bangkung) itu gelap gitu, jadi memang agak buram, tapi profiling pergerakan orangnya dari CCTV kelihatan semua,” ungkapnya.

Menurutnya, aksi nekat tersebut dilakukan di sisi timur jembatan yang memiliki keterbatasan lampu penerangan jalan. Kondisi gelap dan terhalang railing membuat visual kamera tidak dapat menangkap secara optimal momen krusial tersebut.

Baca juga:  Permudah Pemantauan, CCTV Dipasang di Puncak Gunung Agung

“Kondisi gelap tidak terdeteksi, kami tadi (kemarin) berkoordinasi lagi dengan teman-teman PLN dan perhubungan mungkin lampu penerangan jalan ditambah,” ujarnya.

Ia menegaskan, apabila gerak-gerik mencurigakan terlihat jelas oleh operator, pihak Diskominfo dapat langsung memberikan imbauan melalui pengeras suara, bahkan berkoordinasi cepat dengan aparat kepolisian.

“Kalau misalnya kelihatan kita kan bisa himbau, cuman karena tidak kelihatan akibat sisi timur gelap dan terhalang railing lagi, sehingga tidak terdeteksi gitu. Kalau terdeteksi kan langsung kita kontak polisi. Namun, motornya sudah terprofiling dari Pangsan. Makanya saya rencana tadi dengan Pak Kapolres sudah koordinasi Kita dengan Pak Kadishub juga kami akan nambah peneragan di timur,” tegasnya.

Baca juga:  Lakalantas di Simpang Empat Angantaka, Pemotor Tanpa Identitas Tewas

Seperti diketahui, Diskominfo Badung telah memasang sebanyak 77 unit CCTV berteknologi tinggi di sejumlah kawasan strategis dan pariwisata dengan total anggaran mencapai Rp34 miliar.

Sistem ini mencakup kamera pendeteksi pelat nomor kendaraan serta kamera PTZ panoramik dengan kemampuan zoom hingga 36 kali, yang tetap menghasilkan gambar tajam pada jarak lebih dari 360 meter.

Selain itu, sistem CCTV juga dilengkapi speaker, alarm otomatis, serta kemampuan mendeteksi aktivitas tidak wajar, pergerakan manusia, kendaraan, hingga identifikasi kendaraan yang belum menjalani uji KIR. (Parwata/balipost)

BAGIKAN