Peta Penyebaran COVID-19 di Bali per 3 Mei 2020. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Penularan COVID-19 di Bali yang berkategori transmisi lokal terus bertambah. Bahkan pada Minggu (3/5), jumlah warga yang terjangkit COVID-19 dengan kategori ini mencapai 22 orang dari total penambahan 25 kasus.

Total terdapat 90 warga Bali yang terjangkit COVID-19 lewat transmisi lokal dari sehari sebelumnya sebanyak 68 orang. Jika dilihat dari komposisi kategori penularan, transmisi lokal ini mencapai 34,35 persen dari seluruh pasien positif COVID-19 yang sudah ditangani Bali.

Dari data yang dirilis Dinas Kesehatan Provinsi Bali per 4 Mei 2020, pukul 08.57 WITA, sebanyak 60 orang dari 90 pasien transmisi lokal itu masih dirawat. Sisanya 30 orang sudah sembuh.

“Kami di Bali sedang konsen di 3 kabupaten, yakni di Bangli, Karangasem dan Buleleng karena ada penambahan transmisi lokal lewat para PMI,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster saat mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional lewat video conference dari Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Minggu (3/5) pagi.

Untuk di masing-masing kabupaten itu, ada klaster yang jumlah warga terjangkit transmisi lokalnya tinggi. Di Bangli, klasternya terdapat di Banjar Serokadan dengan jumlah warga terjangkitnya, berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bangli adalah 19 orang.

Sedangkan di Karangasem ada di Kelurahan Padangkerta dengan jumlah warga terjangkit 8 orang. Sementara di Buleleng ada di Desa Bondalem dengan jumlah warga positif COVID-19 mencapai 18 orang.

Bahkan dari data, https://pendataan.baliprov.go.id, sampai 3 Mei terjadi pergeseran posisi nomor satu kabupaten yang warganya paling banyak terjangkit COVID-19 karena transmisi lokal. Posisi pertama yang sehari sebelumnya dipegang Bangli, kini diambil alih Buleleng.

Selain Buleleng yang mengalami penambahan kasus, kasus baru jenis transmisi lokal terjadi di Bangli, Karangasem, Badung, dan Klungkung.

Buleleng yang sebelumnya berada di posisi keempat dengan jumlah warga terjangkit mencapai 9 orang melejit ke posisi pertama dengan penambahan 15 kasus. Total warga yang terjangkit di Buleleng mencapai 24 warga.

Sedangkan Bangli mengalami 1 penambahan kasus dari sehari sebelumnya sehingga total warga yang tertular lewat transmisi lokal mencapai 20 orang. Denpasar ada di posisi ketiga dengan jumlah warga terjangkit 18 orang.

Di posisi keempat ada Karangasem dengan jumlah 14 warga terjangkit, bertambah 3 dari sehari sebelumnya. Posisi kelima ada Badung dengan jumlah warga terjangkit sebanyak 6 orang, naik 2 warga dari sehari sebelumnya. Posisi keenam adalah Klungkung, bertambah 1 warga terjangkit dari sehari sebelumnya sehingga totalnya menjadi 4 orang. Di posisi ketujuh dengan 3 warga terjangkit adalah Gianyar.

Pada posisi selanjutnya, yakni kedelapan, adalah Jembrana dengan warga terjangkit sebanyak 1 orang. Hanya Tabanan yang masih bebas dari transmisi lokal.

Dari data yang ada dalam website infocorona.baliprov.go.id secara kumulatif Bali sudah menangani kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 262 kasus. Total masih ada 107 kasus yang dirawat di 9 RS rujukan dan tempat karantina yang disediakan Pemprov Bali. Dari akumulatif 262 kasus positif, terdiri dari 8 WNA dan 254 WNI.

Baca juga:  BLT-DD Sasar 4.760 KK Secara Bertahap

Pasien Sembuh

Sementara itu, kesembuhan kembali mengalami kenaikan cukup besar. Sebanyak 22 pasien COVID-19 dilaporkan sembuh. Sehingga kumulatif pasien sembuh mencapai 151 dari sebelumnya sebanyak 129 orang.

Penambahan warga sembuh ini berasal Denpasar, Bangli, Buleleng, Gianyar, Karangasem, Klungkung, dan Tabanan.

Untuk peringkat, Denpasar masih menduduki posisi pertama dengan jumlah 30 warga, terjadi penambahan 3 warga sembuh dari sehari sebelumnya. Di posisi kedua ada Bangli dengan jumlah pasien sembuh mencapai 29 orang, bertambah 13 warga sembuh dari sehari sebelumnya yang berjumlah 16 warga.

Di posisi ketiga, dengan jumlah 16 warga sembuh adalah Buleleng, bertambah 1 warga dari sehari sebelumnya. Terdapat penambahan 1 warga dari sehari sebelumnya.

Posisi keempat ada Gianyar, dengan total warga sembuhnya mencapai 15 orang, bertambah 2 warga. Karangasem dan Klungkung menduduki posisi kelima, yakni 13 warganya sembuh. Untuk Karangasem bertambah 1 orang, sedangkan Klungkung mencatatkan penambahan 3 pasien sembuh.

Kemudian posisi keenam adalah Badung, dengan total warga sembuh 11 orang. Di posisi ketujuh adalah Jembrana dan Tabanan dengan jumlah 8 orang. Tabanan mengalami kenaikan 1 warga sembuh.

Kabupaten lainnya ada 2 orang sembuh. WNA sembuh total mencapai 6 orang.

Total terdapat 145 WNI yang dinyatakan sudah sembuh dari COVID-19 di Bali dan 6 WNA.

Terkait jenis kasus, untuk WNI, rinciannya, 164 orang positif karena imported case dengan riwayat perjalanan dari luar negeri dan mayoritas adalah pekerja migran dengan jumlah 144 orang, untuk transmisi lokal totalnya 90 kasus. Sementara WNA tercatat ada 8 kasus.

Warga yang positif terjangkit COVID-19 secara kumulatif mencapai 262 orang. Terdapat penambahan di Denpasar, Bangli, Buleleng, Karangasem

Dilihat dari posisinya, Denpasar masih memegang peringkat pertama dengan jumlah warganya terjangkit mencapai 55 orang, naik dua kasus. Kemudian di posisi kedua adalah Bangli dengan kumulatif kasus mencapai 48 pasien, naik 1 pasien.

Di posisi ketiga ada Buleleng dengan jumlah warga positif mencapai 42 orang, terjadi penambahan 16 kasus. Di posisi keempat adalah Karangasem dengan jumlah kasus 26 orang, terdapat penambahan 3 warga terjangkit.

Posisi kelima adalah Gianyar dengan jumlah 23 orang. Keenam ada Badung dengan jumlah 18 orang, bertambah 2 kasus. Sementara itu di posisi selanjutnya, ketujuh, adalah Klungkung dengan jumlah 17 kasus, bertambah 1 orang dari sehari sebelumnya.

Jembrana ada di posisi kedelapan, dengan jumlah warga terjangkit sebanyak 11 orang. Di posisi kesembilan ada Tabanan dengan jumlah warga terjangkit 9 orang.

Untuk WNA yang terjangkit kasus ini masih tetap 8 orang. Kabupaten lainnya total 5 pasien. (Diah Dewi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.