Perempuan menggunakan masker sedang berbincang di taman yang ada di Leeds, Inggris pada 2 Mei 2020. (BP/AFP)

LONDON, BALIPOST.com – Pemerintah Inggris mengumumkan pada Sabtu (2/5) bahwa kasus kematian harian akibat COVID-19 mencapai 621 orang. Menjadikan jumlah kasus kematian kumulatif Inggris sebesar 28.131 orang.

Inggris, dikutip dari AFP, kini mengambil posisi Spanyol dan berada di urutan kedua setelah Italia yang total jumlah kematiannya mencapai 28.236 kasus. Dalam jumlah kasus harian, dilaporkan terjadi kenaikan sebanyak 4.806 terkonfirmasi positif COVID-19. Total kumulatif kasus di Inggris menjadi 182.260 orang.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson pada Kamis lalu mengatakan Inggris sudah melewati puncak pandemi seiring meningkatnya tekanan agar pemerintah melonggarkan kebijakan penguncian wilayah yang diterapkan akhir Maret 2020.

Rencananya evaluasi akan dilakukan pada Kamis mendatang. Johnson mengatakan pemerintah akan membuat garis besar perencanaan dalam melonggarkan kebijakan penguncian wilayah sehingga bisa menurunkan tingkat transmisi.

Baca juga:  Sektor Pariwisata Lesu Generasi Muda Diajak Bertani

Pemerintah Inggris menargetkan untuk menurunkan tingkat transmisi COVID-19 dengan cara melakukan tes cepat massal. Juga melakukan penelusuran kontak erat pasien positif COVID-19.

Inggris mendapatkan kritikan karena dinilai menerapkan pendekatan yang lemah dalam penyebaran COVID-19 namun kemudian membuat kebijakan yang lebih ketat setelah sejumlah ilmuwan mengingatkan kemungkinan korban jiwa dalam jumlah besar.

Jumlah kematian di Inggris mengalami kenaikan di pertengahan minggu lalu setelah adanya perubahan dalam pelaporan, yang memasukkan data kematian di luar rumah sakit, yakni panti perawatan dan komunitas yang lebih luas. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.