Tenaga kesehatan melakukan rapid test. (BP/Antara)

TABANAN, BALIPOST.com – Sebanyak 19 tenaga kerja (naker) migran asal Tabanan yang menjalani masa karantina di salah satu hotel di Tabanan jalani rapid test kedua, Sabtu (2/5). Satu orang dari 19 PMI tersebut hasil tesnya reaktif.

PMI yang bersangkutan selanjutnya dirujuk ke UPTD rumah sakit Nyitdah, Kediri untuk penanganan lebih lanjut. Gugus Harian Percepatan penanganan COVID-19 Tabanan melalui juru bicaranya Putu Dian Setiawan membenarkan jika hasil rapid test II yang dilakukan oleh 19 orang PMI yang sudah menjalani masa karantina di salah satu hotel, satu diantaranya menunjukkan hasil reaktif.

Atas dasar itu, untuk selanjutnya yang bersangkutan dibawa ke UPTD Rumah Sakit Nyitdah Kediri untuk menjalani perawatan lebih lanjut. “Rapid test kita lakukan bertahap mengikuti jadwal, bagi yang hasilnya non reaktif akan diberikan surat sehat dan surat keterangan telah menjalani masa karantina dan keesokan harinya sudah boleh pulang,” terangnya.

Baca juga:  Ratusan Naker Migran dari Maladewa Pulang lewat Bandara Ngurah Rai, 80 Persen Asal Bali

Menurutnya sesuai protap, PMI yang menjalani karantina dan diketahui reaktif ini dirujuk ke rumah sakit. “Selanjutnya segera kita ambil sampel swab, untuk memastikan lebih jauh,” tambahnya.

Sementara itu sebanyak 53 PMI asal Tabanan juga telah dipulangkan. Seluruhnya telah menjalani masa karantina selama 14 hari dan hasil rapid tes II hasilnya non reaktif.

Mereka yang sebelumnya karantina di dua hotel ini dijemput oleh Dinas Perhubungan Tabanan sampai di terminal Kediri, selanjutnya dijemput oleh keluarga masing-masing. Sementara itu untuk dua orang yang sebelumnya masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari hasil swab negatif, dan tidak ada gejala yang mengarah terjangkit COVID-19.

Sementara untuk pasien terkonfirmasi positif masih sebanyak dua orang, satu dirawat di RSPTN Udayana dan UPTD Bapelkesmas. (Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.