Kadis Pertanian Karangasem I Wayan Supandi saat menyerahkan bantuan bibit secara simbolis kepada warga Desa Adat Susuan. (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem memberikan bantuan ribuan paket bibit pertanian kepada warga di Desa Adat Susuan, Karangasem, Rabu (29/4). Bantuan ini dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan warga di tengah pandemi COVID-19.

Kepala Dinas Pertanian Karangasem I Wayan Supandi mengatakan, kegiatan ini merupakan implementasi program Dinas Pertanian. Bantuan yang memberikan berupa seribu paket bibit pertanian berupa 10 ribu bibit cabai, 5 ribu bibit terong ungu dan putih, 2 ribu gram benih bayam, 1.000 gram benih sawi ditambah 11 ribu poly bag. Dana yang dipergunakan untuk pengadaan bibit ini dikumpulkan dari gaji para pegawai yang disisihkan selama ini.

“Bantuan bibit ini diberikan untuk mengisi waktu saat masyarakat diminta untuk diam di rumah sesuai imbauan pemerintah. Kita harap bantuan bibit ini nantinya bisa dikembangkan oleh masyarakat di pekarangan rumah masing-masing. Dari bantuan ini diharapkan masyarakat tidak kesulitan lagi dalam pemenuhan pangan di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini,” ucapnya.

Baca juga:  Stok Pangan Bali Cukup Sampai Tiga Bulan

Supandi berharap, setelah bantuan ini disalurkan, bibit ditanam dengan baik. Pihaknya tidak ingin setelah bantuan ini diberikan malah tidak dikembangkan dengan sebaik-baiknya. “Intinya ditanam dulu bibit ini, setelah itu dipelihara dan mampu dimanfatkan hasilnya untuk memenuhi kebutuhan khususnya pangan. Dalam pengembangannya, kami akan lakukan pendampingan dari petugas penyuluh sehingga program ini sukses,”katanya.

Dia menjelaskan, di awal kegiatan ini, pihaknya memberikan bantuan kepada tiga desa adat yang ada di wilayah perkotaan. Tiga desa adat dimaksud yakni, Desa Adat Susuan, Desa Adat Subagan dan Desa Adat Karangasem.

Ketua Satgas Gotong Royong Desa Adat Susuan, Gede Sandi, menjelaskan, pihaknya sangat mengapresiasa langkah Dinas Pertanian terkait bantuan ini. Diakuinya, selama ini, masyarakat sangat jenuh dengan kebijakan diam di rumah. Jadi dengan bantuan bibit ini masyarakat bisa melakukan hal produktif. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.