PM Spanyol, Pedro Sanchez. (BP/AFP)

MADRID, BALIPOST.com – Warga Spanyol akan diizinkan berolahraga dan berjalan-jalan pada akhir pekan depan. Kebijakan ini diungkapkan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, Sabtu (25/4) waktu setempat dikutip dari AFP.

Adanya pelonggaran kebijakan penguncian wilayah ini merupakan yang pertama bagi Spanyol yang mengalami jumlah kematian nomor dua terbanyak di Eropa setelah Italia. Rencananya pada Selasa depan, pemerintah akan mengungkapkan kebijakan ke depan untuk melonggarkan lockdown. “Kemungkinan kebijakan itu akan dilaksanakan pada pertengahan Mei,” katanya.

Ia menambahkan jika situasi pandemi tetap berjalan positif seperti yang sudah terjadi saat ini, mulai 2 Mei, aktivitas individual akan diizinkan. Tak seperti negara-negara lainnya, sejak memberlakukan penguncian wilayah pada 14 Marer, Spanyol tidak mengizinkan warga keluar rumah untuk berolahraga, berjalan-jalan, maupun bersepeda. Warga hanya diizinkan meninggalkan rumah untuk membeli makanan dan obat-obatan, atau mengajak anjing berjalan-jalan.

Anak-anak tidak diizinkan keluar dalam situasi apapun. Namun hal itu akan berubah pada hari Minggu depan. Mereka diizinkan keluar berjalan-jalan selama maksimal sejam sehari, ditemani salah satu orangtuanya, di taman atau area yang jarak terjauhnya sekitar 1 kilometer dari rumah.

Baca juga:  Waspadai Gelombang Baru! Wuhan Kembali Laporkan Penambahan Kasus Baru COVID-19

Darurat nasional Spanyol diperpanjang hingga 9 Mei tengah malam. Sanchez mengatakan transisi kembali ke kehidupan normal akan dilakukan secara perlahan. “Kita akan bergerak secara perlahan-lahan. Kita telah mengorbankan demikian banyak… terlalu berisiko untuk bergerak terlalu cepat,” katanya.

Ia pun mengatakan tidak ada buku panduan dan peta dalam menangani ini. Tak ada negara di dunia ini yang telah melewati seluruh proses yang menuju pada sebuah realitas baru. “Kita tidak akan secara tiba-tiba kembali pada aktivitas (ekonomi dan sosial), kita melakukannya bertahap,” ujarnya.

Pengumuman yang disampaikan PM Spanyol pada Sabtu itu dilakukan sehari setelah Spanyol melaporkan jumlah kasus kematian sebanyak 367 jiwa, jumlah harian terendah selama 4 minggu terakhir.

Laporan pada Jumat tersebut merupakan momen penting dalam upaya Spanyol memerangi virus itu. Jumlah pasien sembuh juga melampaui jumlah kasus baru sejak pertama kali wabah itu melanda Spanyol.

Pada Sabtu, jumlah kasus kematian harian dilaporkan sebanyak 378 jiwa, mengalami peningkatan, walaupun sedikit. Total kasus kematian akibat COVID-19 di Spanyol mencapai 22.902 orang. (Diah Dewi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.