Gula pasir. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Masih tingginya harga gula di lapangan juga membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali. Namun ia telah berupaya mendorong Bulog dan satgas pangan yang mempunyai peran menstabilisasikan harga pangan untuk bergerak melakukan operasi pasar dan sidak.

Kepala Disperindag Bali, I Wayan Jarta, Selasa (21/4) mengatakan, ijin impor gula telah dilakukan. Data importir yang mengimpor sudah terlihat, termasuk Bulog. “Bulog juga dapat kuotanya tapi dalam jumlah yang kecil, informasinya. Padahal disatu sisi, dilihat dari kewenangan stabilisasi harga yaitu Bulog. Tapi sementara dia gunakan untuk beras,” ujarnya.

Hasil video conference dengan Kemendag mengatakan bahwa sudah ada komitmen antara Dirjen Perdagangan dan distributor agar para distributor yang diberi hak impor ini melepas gula dengan HET (Harga Eceran Tertinggi).

Dengan demikian, di bagian hulu sudah ada komitmen. Namun kenyataannya di lapangan harganya masih tinggi. Mengingat Disperindag  dalam posisi tidak bisa mengendalikan harga jual, maka pihaknya hanya bisa memantau saja.

Baca juga:  Disepakati, Musim Tanam Tahun Ini Harga Tembakau Naik Lima Persen

“Oleh karena itu, langkah yang kami lakukan pada minggu yang lalu bersurat ke Bulog supaya mengadakan operasi pasar dalam rangka stabilitasi harga, minimal menurunkan harga gula,” ujarnya.

Permasalahannya, mengingat ada imbauan social distancing, operasi pasar berpotensi menimbulkan kerumunan. Oleh karena itu, ia berpikir untuk melakukan operasi pasar dengan sistem antrean. “Setiap orang yang mau beli kita berikan nomor. Nanti tinggal panggil nomornya saja. Jadi bisa tetap jaga jarak,” ujarnya.

Selain ke Bulog, ia juga bersurat ke satgas pangan, untuk bergerak, salah satunya adalah Ketahananan Pangan. “Karena disitu tidak menginisiasi, saya akan bersurat ke satgas pangan hari ini atau besok untuk bersama – sama mengadakan sidak,” ujarnya.(Citta maya/Balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.