Nasrudin. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli akan menggelar operasi pasar dalam rangka menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan. Kegiatan ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mengendalikan potensi inflasi menjelang hari raya.

Kepala Disperindag Bangli, Nasrudin, menyampaikan bahwa operasi pasar ini akan dilaksanakan pada 13 November di Desa Bayunggede, Kintamani. “Ini memang sudah rutin kami lakukan saat hari raya besar, termasuk Idul Fitri,” ujar Nasrudin, Selasa (11/11).

Baca juga:  Ayam Pedaging Langka, Ayam Petelur Makin Diminati

Operasi pasar akan menyediakan berbagai kebutuhan pokok antara lain beras, minyak goreng hingga LPG 3 kg. Untuk menjamin ketersediaan dan harga yang stabil, Disperindag menggandeng sejumlah pihak seperti Bulog untuk menyediakan beras SPHP, produsen minyak goreng dan Pertamina untuk menyediakan LPG 3 kg.

Nasrudin mengakui bahwa menjelang hari raya, harga kebutuhan pokok biasanya cenderung mengalami kenaikan. “Biasanya menjelang hari raya apapun dan di mana pun, harga-harga cenderung naik. Dan kita mendapat info dari masyarakat sekarang harga daging sudah mulai naik,” katanya.

Baca juga:  Tingkatkan Harga Kopi, Berbagai Cara Dilakukan Buleleng

Oleh karena itu, operasi Pasar ini diharapkan dapat mendekatkan pemenuhan kebutuhan masyarakat menjelang hari raya serta membantu penanggulangan inflasi yang memang cenderung meningkat menjelang hari raya besar. “Mudah-mudahan dengan operasi Pasar ini dapat menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat,” tambahnya.

Saat ini, Nasrudin mengatakan kondisi harga di Bangli masih wajar dan terkendali. Tim Disperindag rutin melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di masing-masing pasar. Laporan pemantauan ini juga disampaikan kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan pihak terkait. “Harga saat ini masih belum ada lonjakan berarti. Masih bisa dijangkau. Tim kami masih turun ke pasar,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Jika PPKM Diperpanjang Lagi Per 2 Agustus, Ini Reaksi Pengusaha
BAGIKAN