Foto diambil 23 Februari memperlihatkan pekerja berada di laboratorium epidemiologi di Wuhan, Tiongkok. (BP/AFP)

WUHAN, BALIPOST.com – Wuhan yang merupakan titik nol dari COVID-19 secara mendadak pada Jumat (17/4) melakukan revisi jumlah kematian yang dilaporkannya. Disebutkan, seperti dilansir dari AFP, kasus-kasus itu sebelumnya disebut salah dilaporkan atau tidak dilaporkan sama sekali.

Laporan jumlah kematian itu mencapai 50 persen dari total kematian yang sudah dilaporkan. Revisi jumlah kematian akibat COVID-19 ini diungkapkan Tiongkok setelah munculnya ketidakpercayaan global terhadap transparansi data di negara itu.

Dalam sebuah postingan di media sosial, pemerintah Wuhan menyebutkan tercatat penambahan kasus sebanyak 1.290 jiwa sehingga total kematian di kota itu mencapai 3.869 kasus. Perubahan ini juga mendongkrak angka kematian secara nasional menjadi 4.632 kasus, naik sekitar 39 persen.

Tiongkok kini berada dalam tekanan karena COVID-19 ini setelah negara-negara barat yang dipimpin Amerika Serikat (AS), menyatakan keraguan mereka terhadap transparansi data China. Saat ini juga sedang diinvestigasi apakah virus ini berasal dari laboratorium di Wuhan.

Baca juga:  Tingkat Kesembuhan Pasien Positif COVID-19 Hampir 75 Persen, Dua Kabupaten Ini Sisakan 1 Kasus Aktif

China telah mengatakan bahwa virus ini muncul dari sebuah pasar makanan di Wuhan, yang menjual produk makanan berbahan dasar binatang eksotis liar.

Markas Besar Pencegahan dan Kontrol Epidemi Wuhan menyebutkan ada sejumlah alasan kasus-kasus itu tidak terhitung sebelumnya. Salah satunya fakta bahwa staf medis kewalahan menghadapi jumlah pasien terjangkit di awal-awal wabah itu terjadi. Sehingga menimbulkan keterlambatan pelaporan, hingga tidak dilaporkan.

Juga disebutkan bahwa tidak ada alat tes yang mencukupi serta fasilitas perawatan memadai. Terdapat pula pasien yang meninggal di rumah dan tidak dilaporkan secara benar. (Diah Dewi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.