Hotel Grand Inna Bali Beach. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sebanyak ratusan tenaga kerja (naker) migran, khususnya anak buah kapal pesiar sudah tiba lewat Pelabuhan Benoa, Kamis (16/4). Rencananya, mereka akan ditampung sementara di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur.

Hal ini dibenarkan Kapolsek Densel Kompol Nyoman Wirajaya. “Rencananya begitu. Dari laporan yang kami terima, mulai malam nanti ABK ditaruh di sana (GBB, red), ” tegasnya.

Apakah ada pengamanan khusus? “Pengamanan khusus tidak ada. Tapi kami akan melakukan patroli dan sambangi tiap dua jam,” ujar mantan Kapolsek Kuta ini.

Meski demikian, lanjut Wirajaya, pemantauan perkembangan situasi akan tetap dilakukan.  Ia berharap proses penempatan ABK di GBB berjalan aman dan lancar. “Tentu saat melaksanakan tugas, kami mematuhi protokol cegah COVID-19 dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” tandasnya.

Sedangkan informasi di dapat di lapangan, ABK ditampung di GBB hanya yang dari luar Bali. Sedangkan ABK dari Bali langsung diserahkan ke kabupaten/kota masing-masing untuk menjalani karantina.

Terkait GBB akan dijadikan lokasi karantina ABK, GM Grand Inna Bali Beach, I Gusti Ayu Ariani yang berulangkali dihubungi lewat ponselnya tidak menjawab. Ketika ditanyakan soal ini lewat WhatsApp, ia hanya menjawab singkat bahwa belum ada kepastian soal itu. Saat coba dihubungi kembali lewat nomor HP nya, kembali tidak diangkat.

Baca juga:  Hindari Polemik, Karangasem Sewa Hotel di Kuta untuk Karantina Naker Migran

Dari data yang dirilis Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bali, Dewa Made Indra, Rabu (15/4), ABK yang tiba pada Kamis ini mencapai 232 orang. Jumlah ABK asal Bali sebanyak 117 orang sementara sisanya adalah orang luar Bali. “Komitmen yang sudah kita sepakati dengan pemerintah pusat adalah kapal itu diijinkan merapat di Benoa. Kemudian tim rapid test Gugus Tugas Provinsi Bali akan naik ke kapal untuk melakukan rapid test,” ujarnya.

Bila hasilnya positif, akan dikarantina di Bali, baik di tempat karantina untuk yang sehat maupun di RS untuk yang memiliki gejala sakit. Jika hasilnya negatif juga dikarantina dulu di Bali sebelum diberangkatkan ke daerah asal masing-masing. Pemulangan ini diatur oleh Gugus Tugas Nasional dengan memperhatikan jadwal pesawat.

Selama dikarantina di Bali, mereka telah disiapkan hotel oleh pemerintah pusat lewat Gugus Tugas Nasional. “Yang konfirm ada 4 kapal pesiar, setiap hari datang selama empat hari berturut-turut,” imbuhnya. (Kerta Negara/kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.