Sejumlah logistik untuk menangani COVID-19 tiba di Lanud Ngurah Rai, Jumat (3/4). (BP/edi)

DENPASAR, BALIPOST.com – Berdasarkan penjelasan dari para ahli, penyebaran COVID-19 terjadi karena droplet. Baik itu melalui droplet yang keluar dari mulut dan hidung pasien positif yang mengenai orang lain. Maupun droplet yang jatuh di benda-benda sekitar dan menempel di tangan orang lain.

Oleh karena itu, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra dalam keterangan pers, Kamis (9/4), menyarankan tiga cara efektif dalam mencegah penyebarannya. “Maka itu dijaga dengan menggunakan masker, baik bagi orang yang sakit maupun bagi orang yang sehat,” ujarnya.

Bagi orang yang sakit, lanjut Dewa Indra, masker dapat mencegah droplet keluar atau jatuh mengenai orang lain. Sedangkan bagi orang yang sehat, dapat menghindarkan hidung dan mulut dari droplet yang mengandung virus Corona.

Masyarakat umum yang sehat dapat memakai masker kain yang kini sudah banyak diproduksi oleh garmen dan rumah tangga. Sedangkan bagi masyarakat yang sakit, agar memakai masker yang lebih memenuhi standar.

Sementara itu, cara penyebaran yang kedua lewat tangan bisa dicegah dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. “Ketika orang yang terinfeksi tidak menggunakan masker, dia batuk, bersin, meludah, lalu mengenai permukaan meja, pegangan kursi, pada gelas dan sarana lain yang kita pegang, maka virus akan berada di tangan kita,” jelasnya.

Baca juga:  STT di Pendem Ikut Semprot Disinfektan

Setelah virus berada di tangan, lanjut Dewa Indra, menjadi kebiasaan banyak orang untuk kemudian memegang mulut, hidung atau mengusap mata. Dengan demikian, maka virus Corona akan berpindah ke tubuh orang yang sehat.

Oleh karena itu, Sekda Provinsi Bali ini meminta masyarakat agar rajin mencuci tangan. Sebab, sabun yang dipakai mencuci tangan di air mengalir dapat melarutkan virus Corona dan kemudian hanyut di air mengalir sehingga masyarakat dapat terbebas dari COVID-19.

“Dua cara itu adalah cara yang sangat efektif untuk mencegah penyebaran COVID-19. Oleh karena itu, saya mengajak masyarakat Bali untuk melakukan itu,” jelasnya.

Selain memakai masker dan rajin mencuci tangan, Dewa Indra juga mengajak masyarakat untuk disiplin menjaga jarak paling tidak 1,5 meter atau lebih dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Mengingat, tidak semua orang yang terinfeksi positif COVID-19 menunjukkan gejala sakit.

Banyak orang yang positif dengan kondisi bugar dan sehat atau tanpa keluhan. Dengan masyarakat disiplin mengikuti arahan dan imbauan pemerintah, juga dapat mencegah kasus transmisi lokal lebih meluas di Bali. (Rindra Devita/balipost)