Polisi melakukan pengecekan stok dan harga sembako. (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Aparat kepolisian terus melakukan pemantauan stok dan harga sembako di pasaran. Ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kepanikan di tengah masyarakat mengenai stok sembako di tengah pandemi COVID-19.

Seperti yang dilakukan Polsek Susut, Selasa (7/4). Sejumlah petugas kepolisian dari Polsek Susut melakukan pemantauan atau monitoring di Pasar Rakyat Kayuambua dan beberapa toko dan kios yang ada di wilayah Susut.

Dari hasil pantauan tersebut, harga sembako masih normal. Walaupun ada kenaikan, namun masih batas kewajaran.

Stok masih mencukupi serta tidak ada pembelian secara besar besaran atau aksi borong oleh masyarakat. “Ketersediaan sembako masih sangat lengkap dan pendistribusian ke sejumlah toko maupun kios masih berjalan dengan normal. Tidak ada skala pembelian besar-besaran,” ungkap Kapolsek Susut AKP I Made Gede Widia Adnyana sembari mengimbau masyarakat tidak khawatir berlebihan.

Baca juga:  Ke Thailand Bersama Megawati, Mahayastra Mengaku Diminta Bangun Pasar

Dalam mengantisipasi kepanikan masyarakat terkait kebutuhan sembako, Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan selama ini terus menekankan serta memerintahkan kepada seluruh Polsek jajarannya untuk melaksanakan pengawasan dan monitoring terhadap perkembangan sembako di pasaran.

Sementara itu berdasarkan data yang dirilis Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli terkait perkembangan harga pangan, per hari ini terdapat beberapa barang yang mengalami kenaikan harga namun tidak signifikan. Seperti sayur kol/kubis yang naik Rp 2 ribu per kilogram, cabai rawit naik Rp 3 ribu per kilogram dan minyak goreng naik Rp 1.000 per liter. Di sisi lain ada juga harga barang yang turun yakni cabai merah besar yang turun Rp 8 ribu dari Rp 20 ribu per kilogram. (Dayu Swasrina/balipost)