LPD
Ilustrasi LPD. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – April diperkirakan menjadi puncak wabah COVID-19. Oleh karena itu, desa adat dengan LPD-nya, menurut akademisi dari Undiknas Prof. Dr. I Made Kembar Sri Budhi bisa mem-back up keperluan masyarakat secara selektif untuk dapat bertahan hidup melalui bantuan pangan.

LPD tidak hanya dapat memberikan keringanan kredit pada masyarakat adat tapi juga dapat memberikan bantuan sosial kepada masyarakat tidak mampu. “LPD dapat menggunakan dana sosialnya, tidak hanya berupa keringanan kredit tapi juga membantu penyedian pangan bagi masyarakat tidak mampu,” ujarnya Minggu (5/4).

Jika wabah COVID-19 memburuk, hingga terjadi karantina wilayah, warga adat bisa dibantu kebutuhan pangannya lewat awig-awig atau pararem dengan menerapkan konsep asah, asih, asuh yaitu memberikan subsidi silang.

Baca juga:  Hadapi Persaingan Fintech, SDM LPD Dilatih dan Disertifikasi

“Selain di back up pemda, desa akan mengambil jurus subsidi silang. Masyarakat yang mampu memberikan bantuan pada masyarakat yang tidak mampu,” jelasnya. (Citta Maya/balipost)