Ilustrasi. (BP/tomik)

DENPASAR, BALIPOST.com – Para General Manager Hotel di seluruh Indonesia yang tergabung dalam IHGMA (Indonesian Hotel General Manager Association) pada Rabu (1/4) menggelar video conference dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Whisnutama dan Wakil Menparekraf, Angela Tanoesoedibjo. Dalam kesempatan itu terungkap sejumlah hal.

Dalam rilis yang diterima balipost.com, Sabtu (4/4), salah satunya, terkait kesiapan IHGMA mendukung penanganan COVID-19. Ketua Umum IHGMA, Arya Pering Arimbawa dan Wakil Ketua, Ramia Adnyana yang ikut dalam video conference itu menyatakan kesiapan mendukung pemerintah dalam memerangi COVID19.

Yakni, dengan menyediakan ratusan hotel yang tersebar di seluruh Indonesia untuk dijadikan akomodasi bagi team medis dan taktis serta akomodasi bagi orang dalam pengawasan (ODP) dengan memberikan harga dasar yang sangat terjangkau. Sehingga, baik team medis maupun ODP, tidak mengalami kesulitan dalam mengisolasi diri dari keluarga. Juga menjalankan tugas dan memutus rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Baca juga:  Penambahan Kasus Positif COVID-19 di Bali Masih Terjadi

Diungkapkan pula, industri perhotelan di seluruh Indonesia dihadapkan kepada penutupan operasional yang berakibat kepada hancurnya kondisi keuangan perusahaan dalam membayarkan kewajiban-kewajiban tetap, termasuk kewajiban cicilan ke perbankan dan pembayaran gaji karyawan. Dalam Video Conference ini, IHGMA menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan dukungan kepada perusahaan dalam bentuk dalam bentuk Tax Holiday PPH21, 22, 25, Pb1, pajak reklame dan penundaan PBB.

Juga Penundaan pembayaran Listrik, Air sampai kondisi bisnis normal kembali, dan penundaan pembayaran pinjaman bank dan bunga. Serta memberikan kemudahan agunan atau refinance, memberikan bridging loan pinjaman jangka pendek untuk pembayaran gaji karyawan untuk menghindari PHK. (kmb/balipost)