Rapid test digelar di GOR Swecapura, Klungkung. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Klungkung, melakukan langkah cepat dengan melakukan rapid test (tes cepat) di GOR Swecapura, Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung, Rabu (1/4) siang. Rapid test ini melibatkan 15 ODP (Orang Dalam Pemantauan).

Ini sebagai pedoman pencegahan awal dalam melakukan screening kepada para warga yang sedang dalam pemantauan petugas. Tim Dinas Kesehatan Klungkung sudah stand by sejak pagi di depan pintu GOR Swecapura.

Mereka bertugas dengan mengenakan satu set APD (Alat Pelindung Diri) lengkap. Penanggung jawab rapid test Komang Gde Sentanu Wibawa, mengatakan sebanyak 15 ODP ini sebelumnya sudah disurati puskesmas setiap kecamatan agar menjalani rapid test.

Dari 17 ODP di Klungkung, 15 orang di antaranya datang langsung GOR Swecapura dengan naik sepeda motor. Mereka datang satu per satu untuk menjalani rapid test.

Masih duduk diatas motor, petugas langsung mengambil sampel ODP tersebut. Pengambilan sampel dilakukan secara bergantian.

Para ODP ini juga mengenakan masker untuk menghindari kontak dan menimbulkan risiko yang lebih besar. “Terlalu dini kami mengatakan positif atau tidak. Ini baru tes awal. Jadi, ada beberapa tahapan,” tegas Sentanu Wibawa, yang juga Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Diskes Klungkung ini.

Baca juga:  PDP COVID-19 di Bali Bertambah, Didominasi WNI

Setelah menjalani pemeriksaan, setiap ODP kemudian dicek suhu tubuh. Kemudian baru disemprotkan cairan desinfektan dalam posisi orangnya masih di atas motor.

Setelah itu, baru ODP ini baru menjalani prosedur lainnya oleh Tim Dokter yang bertugas saat itu. Seperti apa hasil tesnya, Tim Dokter tak berani membeberkannya.

Demikian juga mengenai adanya informasi satu ODP di antaranya, naik status menjadi PDP (Pasien Dalam Pemantauan), juga enggan dijelaskan lebih jauh.

Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, dr. Ni Made Adi Suapatni, saat dihubungi, Rabu (1/4) juga belum berkenan memberikan penjelasan. Beberapa kali dihubungi, pejabat ini memilih tak mengangkat telepon.

Demikian juga pesan yang dikirimkan lewat pesan WhatsApp, belum dibalas. Belakangan mantan Direktur RSUD Klungkung ini semakin sulit dihubungi, meski sudah berulang kali ditegur Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Gede Putu Winastra, agar lebih terbuka memberikan informasi mengenai upaya-upaya pemerintah daerah.

Sementara, Winastra sendiri menegaskan bahwa sejauh ini tim yang melakukan rapid test belum memberikan laporan lengkap. Sehingga, dia juga belum bisa memberikan penjelasan soal hasil rinci rapid testnya. Termasuk, ada kecurigaan satu ODP naik status menjadi PDP. (Bagiarta/balipost)