Ilustrasi. (BP/Suarsana)

DENPASAR, BALIPOST.com – Desa Peguyangan Kangin tegas menolak penduduk pendatang (duktang) yang datang dari luar daerah terutama dari luar negeri. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi agar virus Corona tidak menyebar semakin luas.

Kepala Desa Peguyangan Kangin I Wayan Susila mengatakan, pihaknya akan mengembalikan ke karantina, bagi mereka yang datang dari luar negeri. Diakui, sebelumnya memang ada salah satu duktang pada 26 Maret lalu datang dari Malaysia tujuan ke NTT.

Warga tersebut akan singgah di tempat tinggal saudaranya di Peguyangan Kangin. “Secara tegas kami menolak dan mengembalikan ke bandara untuk besoknya berangkat ke NTT,” ujarnya, Minggu (29/3)

Selain itu, ia membantah informasi di media sosial mengenai adanya salah satu warga di Banjar Cengkilung, Desa Peguyangan Kangin yang diduga positif COVID-19. Ditegaskan, hasil pemeriksaan rapid test, negatif.

Baca juga:  Kematian COVID-19 di Indonesia Bertambah 13 Kasus

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan berita-berita yang belum tentu pasti kebenarannya. Selanjutnya, pihaknya dari desa mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan berperilaku hidup bersih dan sehat mulai dari rumah tangga hingga lingkungan sosial.

Sosialisasi ke rumah tangga dengan pemasangan banner-banner, sosialisasi dengan menggunakan pengeras suara yang ada di masing-masing banjar. “Satgas kami juga rutin dan intens melakukan sosialisasi dengan pengeras suara menggunakan armada sepeda motor dan mobil,” ungkapnya.

Di masing-masing dusun secara swadaya juga melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. (Citta Maya/balipost)