Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3). (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sebanyak 3.400 alat rapid test saat ini sudah di Bali. Dikatakan Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 Bali, Dewa Made Indra, alat itu sudah tiba pada Jumat (27/3) siang.

Dijelaskan, alat rapid test itu langsung digunakan untuk para pekerja migran asal Bali yang dikarantina. Pada Sabtu (28/3) besok akan dilanjutkan untuk tenaga medis dan paramedis yang tersebar di beberapa RS.

Menurut Dewa Indra, sebanyak 21 pekerja migran asal Bali yang dikarantina di UPTD Bapelkesmas telah di-rapid test dan hasilnya negatif. Namun, rapid test masih terus berlanjut karena jumlah pekerja migran yang dikarantina hingga Jumat sore berjumlah 76 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 20 orang dikarantina di BPSDM Provinsi Bali. “Sekarang ini rapid test sedang berlangsung. Bagi mereka yang hasil rapid testnya dinyatakan negatif, maka akan diberikan surat keterangan oleh Dinas Kesehatan Bali,” katanya.

Baca juga:  Puluhan Ribu Pekerja di Industri Event Terancam Kehilangan Pekerjaan

Surat keterangan itu, lanjut Dewa Indra, menyatakan bahwa mereka telah dikarantina, telah diuji rapid test dan telah dinyatakan negatif COVID-19. Karena itu, mulai Jumat sore mereka sudah dipersilakan pulang untuk melanjutkan karantina mandiri di rumah masing-masing.

Pihaknya berharap masyarakat di desa atau banjar dari pekerja migran yang sudah mendapatkan surat keterangan itu agar bisa menerima dengan baik dan membantu mereka melakukan karantina mandiri. Jika nanti ditemukan dalam rapid test terindikasi COVID-19, akan dilanjutkan tes menggunakan PCR untuk lebih meyakinkan.

Selain rapid test, Dewa Indra menyebut sejak Kamis (26/3) siang, laboratorium RSUP Sanglah telah mulai melakukan tes PCR. “Jadi mulai kemarin sampai tadi, yang telah dites menggunakan PCR sebanyak 40 orang di laboratorium RSUP Sanglah. Sebanyak 34 sudah dinyatakan negatif, sementara 6 orang masih diuji lagi untuk lebih meyakinkan hasilnya,” jelasnya. (Rindra Devita/balipost)