DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam rangka menjaga kestabilan harga pangan, Perum Bulog Kanwil Bali melaksanakan operasi pasar di depan Kantor Bulog Bali pada Jumat (20/3). Operasi pangan dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di tengah COVID-19.

Harga pangan yang ditawarkan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) seperti gula dijual dengan harga Rp 12.500 per kg. Kepala Bulog Kanwil Bali Suhardi mengatakan, Bulog ditugaskan penyediaan bahan pokok untuk menjaga stabilisasi harga.

Gula pasir yang mengalami kelangkaan menyebabkan kenaikan harga di pasaran menjadi Rp 17.000-an. Namun Bulog menyediakan gula pasir dengan harga Rp 12.500 per kg. “Gula menjadi primadona saat ini, kita akan hadir melayani masyarakat agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan gula di dalam negeri, Bulog mengimpor gula mentah atau raw sugar sebanyak 29.750 ton. “Kita juga meminta kepada kantor pusat terkait kesediaan stok untuk gula di Bali,” ujarnya.

Baca juga:  Keistimewaan Bulog Impor Bawang Putih, Berpotensi Langgar Hukum

Selain gula, Bulog juga menyediakan minyak goreng per liter dijual dengan harga Rp 12.000 per liter, beras PSO Rp 8.500 per kg, beras merah Rp 21.000 per kg, beras fortivit Rp 20.000 per kg, tepung terigu Rp 8.000 per kg.

Bulog menjamin ketersediaan bahan pangan di Bali terutama beras. Karena stok beras yang dimiliki Bulog cukup untuk 6–7 bulan. Stok beras itu pun tersimpan di gudang Bulog yang tersebar di 9 kabupaten/kota.

Operasi pasar itu cukup ramai dikunjungi warga. Meski antusias, Bulog membatasi pembelian produk. Yaitu per orang diperbolehkan membeli maksimal 2 kg untuk gula, 2 liter untuk minyak, 5 kg untuk beras untuk memastikan seluruh masyarakat kebagian. (Citta Maya/balipost)