Ilustrasi. (BP/Tomik)

DENPASAR, BALIPOST.com – Wabah virus Corona harus benar-benar dicegah penyebarannya. Bali sebagai pintu masuk warga negara dari berbagai negara, perlu mengambil langkah tegas. Jika tidak, keselamatan warga Bali jadi taruhannya.

Pemerintah perlu langkah out of the box, kedatangan warga negara asing mesti benar-benar dibatasi. Ini berarti isolasi Bali. Bali harus berani berani menepi ke sisi sepi parwisata.

Terus bertambahnya pasien positif virus Corona atau Covid-19, bahkan ada yang telah meninggal dunia, menjadi indikasi yang cukup kuat perlunya diambil langkah yang lebih serius. Dalam kondisi yang menjelang pada titik krisis ini, menghentikan kemungkinan penyebaran mestinya menjadi prioritas.

Salah satu kebijakan yang segera diambil yakni membatasi kedatangan warga negara asing untuk meminimalkan kemungkinan masuknya orang-orang pembawa Covid-19.

Bali dengan pariwisatanya memang nampak masih ragu mengambil langkah tegas membatasi kehadiran orang asing ke Bali.

Selain itu, otoritas di daerah selalu mengatakan bahwa kewenangan pembatasan ada di pemerintah pusat. Padahal pihak daerah, sangat mungkin mengajukan permohonan agar pusat mengeluarkan kebijakan membatasi kehadiran warga asing ke Bali. Artinya, inisiatif datang dari pemerintah daerah dan diajukan ke pemerintah pusat.

Baca juga:  Diprediksi, Hari Ini Ribuan Warga akan Keluar Bali lewat Gilimanuk

Pertimbangannya adalah menyelamatkan warga Bali dari penyebaran yang lebih luas atas virus Corona.

Di sisi lain, hingga saat ini pemerintah Bali nampaknya masih ragu-ragu. Seperti menganggap bahwa kondisi yang ada saat ini belum begitu mengkhawatirkan.

Sementara di masyarakat sudah mulai muncul desakan agar Bali perlu mengambil langkah out of the box. Keselamatan dan kesehatan warga Bali mestinya cukup kuat sebagai alasan memproteksi Bali.

Dipastikan akan ada dampak besar, jika langkah membatasi kedatangan warga asing dilakukan terhadap Bali.

Yang paling pasti adalah terpukulnya ekonomi karena pariwisata terpuruk. Ini lagi-lagi kondisi yang membutuhkan keberanian luar biasa untuk bersikap. Terpuruknya ekonomi mungkin tetap dapat ditoleransi.

Tetapi dampak kesehatan apalagi keselamatan jiwa manusia tak dapat ditoleransi. Pemerintah Bali harus segera mengambil langkah pasti, agar kondisi tidak sampai benar-benar kritis. (Nyoman Winata/balipost)

Ulasan mengenai perlunya langkah mengisolasi Bali dapat dibaca di Harian Bali Post, Jumat 13 Maret 2020.