Ilustrasi. (BP/Tomik)

Wabah Corona tidak hanya berpengaruh terhadap pariwisata dan perekonomian, dunia pendidikan khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pariwisata swasta di Bali pun merasakannya. Jika wabah berkepanjangan, minat lulusan SMP melanjutkan ke SMK akan rendah, sehingga SMK pariwisata terancam gulung tikar.

Pemberitaan mengenai hal ini cukup banyak menyedot perhatian netizen yang mengunjungi akun Facebook @balipost. Netizen berharap virus Corona bisa segera ditanggulangi sehingga perekonomian, pariwisata hingga pendidikan tak terseok-seok. Netizen kembali mengajak semua komponen masyarakat untuk tidak berlebihan dalam menyikapi penyebaran virus Corona. Terlebih sejauh ini Bali masih aman.

Kepanikan yang berlebihan justru akan menimbulkan persoalan melebar. Demikian halnya di bidang pendidikan terutama nasib SMK pariwisata, tak perlu khawatir berlebihan. Pariwisata adalah industri terbesar di dunia dan diperkirakan trennya terus meningkat. Kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas dan jasa pariwisata juga masih sangat tinggi, sehingga pariwisata masih sangat menjanjikan.

Di tengah kelesuan industri pariwisata, pembenahan SMK pariwisata justru tidak boleh berhenti. SMK diharapkan tetap mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul dan mampu mengantarkan pariwisata Indonesia yang lebih berkelas. Berikut komentar sejumlah netizen.

Eddy Soeprapto

Saya berharap semua umat beragama di Indonesia menggelar doa bersama secara serentak dan gerakan bersih-bersih desa dan kota secara serentak juga dan dilakukan secara berkala dan dijadikan gaya hidup berbangsa selamanya.

Jemba Jemba

Kami di Bali sudah menggelar upacara adat pangurip gumi di Pura Batukau untuk memohon keselamatan jagat atau dunia.

NiLuh AyuMas

Masih ada wisatawan domestik. Kenapa mesti takut bayangan. Tahun ajaran baru masih beberapa bulan lagi. Orangtua zaman sekarang lebih memilih anaknya sekolah di SMK daripada di sekolah umum.

Baca juga:  Jika Situasinya Seperti Ini, Sanur akan Rasakan Dampak Corona

Adi Wijaya Made

Coba kita jalani kehidupan dengan normal bukan dengan waswas berlebih. Waspada dan hidup sehat yang utama.

DuarmawanAgus Darma

Semoga pulih seperti biasa dan tamu banyak datang ke Bali.

Made Kerman

Jangan terlalu dibesar-besarkan. Dari dulu berapa kasus sudah mengancam kita di Bali, biasa-biasa saja kok. Orang Bali percaya kepada Tuhan. Pada intinya kalau Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan/Allah Yang Maha Kuasa berkehendak, tak akan pernah bisa ada yang menghalangi. Lebih baik semasih ada kesempatan hidup jadikan dharma sebagai pedoman hidup.

Ketut Suarnaya

Jangankan pariwisata, nyawa pun terancam.

Dek Ono

Reaksi yang berlebihan. Waspada itu penting, tapi jangan panik tidak karuan.

Seti Adi

Tidak perlu terlalu berlebihan. Kita terlahir dari kehendak Tuhan, mati pun kehendak Tuhan. Belajar hidup bersih dan berdoa saja jalan satu-satunya.

Gus They

Tidak ada salahnya kita waspada, antisipasi dulu. Kalau sudah kena baru tahu rasanya.

Aki Dukuh Negari

Bangun pariwisata berbasis pertanian, perikanan, perkebunan. Kalau krisis pariwisata, pertanian, perikanan dan perkebunan masih mampu menopang ekonomi masyarakat. Perputaran uang dari upacara adat di Bali cukup besar. Kalau kecukupan sarana upacara bisa dipenuhi oleh masyarakat lokal, akan sangat membantu untuk pertahanan ekonomi. Jadikan pariwisata keuntungan pendamping dari sektor pertanian, perikanan dan perkebunan serta sektor lainnya di Bali.