GIANYAR, BALIPOST.com – Longsor di Desa Kerta, Kecamatan Payangan menyebabkan satu orang tewas, I Made Suardana alias Rombak, Senin (2/3). Saat bekerja di lokasi tersebut, ia tidak bekerja sendiri.

Ada tukang kayu, yakni I Made Januarta dan Pak Ani juga bekerja. Ditemui di rumah duka I Made Suardana, Januarta menuturkan ia bersama Rombak sudah berkerja di lokasi tersebut sejak beberapa hari lalu. “Saya mengabari tebing longsor, kemudian pak Ani lari ke selatan, sementara saya masuk ke aungan (lubang-red) yang ada di bawah tebing, sementara pak Rombak saya tidak tahu menyelematkan diri kemana,” jelasnya.

Januarta yang lari ke aungan, sempat terjebak timbunan longsor. Namun ia tidak mengalami luka.

Januarta lantas berupaya menggali timbunan longsor itu sampai akhirnya berhasil keluar. “Saat di luar saya menemukan pak Ani saja, dia selamat, namun saya tidak menemukan bapak Rombak,” ujarnya.

Januarta dan Pak Ani lantas berupaya melakukan pencarian di seputaran lokasi longsor yang panjangnya sekitar 15 meter itu. Mereka cukup lama melakukan pencarian sembari meminta tolong, namun Rombak tidak kunjung ketemu.
Berselang 30 menit, cerita Januarta, akhirnya Pak Ani melihat tangan Rombak yang tertimbun tanah. “Yang terlihat hanya tangan pak Rombak, sementara pak Ani yang terkejut melihat itu (tangan-red) langsung pingsan,” katanya.

Baca juga:  Longsor Timbun Akses Jalan ke Pura Penataran Agung Nangka

Januarta lantas berupaya menggali tubuh rombak yang sudah tidak sadarkan diri itu. Saat wajahnya sudah terlihat, ia pun mengecek nadi di leher korban 50 tahun itu, namun sudah tidak ada.

Sampai akhirnya penggalian sampai sedada korban, warga sekitar lantas datang memberikan pertolongan. “Waktu itu saya sudah tidak kuat, beruntung warga datang memberikan pertolongan, setelah itu saya langsung tidak sadarkan diri, sudah tidak ingat apa lagi,” ucapnya.

Kapolsek Payangan AKP Gede Sudyatmaja dikonfirmasi membenarkan korban meninggal tertimbun longsor. Dikatakan warga di Desa Kerta langsung menyiapkan upacara pemakaman untuk rombak pada Senin sore kemarin. “Senin sore korban langsung diupacarai,” katanya.

Pantauan Bali Post di rumah duka, nampak sejumlah warga sedang menyiapkan prosesi upacara pemakaman. Akibat kejadian ini korban meninggalkan seorang istri Ni Wayan Wiyadni (41) dan seorang putra I Wayan Doni Suriyawan (21). (Manik Astajaya/balipost)