
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pura Manik Tirta yang berlokasi di Dusun Kawan, Desa Timuhun, Kabupaten Klungkung, diterjang longsor. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Senin (19/1) setelah dilaporkan oleh warga setempat kepada pihak desa.
Perbekel Desa Timuhun, Putu Arsana, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan menerima laporan dari warga pada pagi hari dan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Setelah kami tinjau langsung ke lokasi, terdapat tiga palinggih yang mengalami kerusakan cukup parah, yaitu Pelinggih Sapta Petala, Pelinggih Ngerurah, serta Taman Beji,” ungkapnya.
Akibat bencana tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta. Saat ini, pihak desa bersama krama setempat masih melakukan pembahasan terkait langkah penanganan yang akan diambil ke depannya.
Selain penanganan fisik, pihak desa juga berencana melakukan nunas petunjuk ring sulinggih guna menentukan upacara atau tindakan adat dan keagamaan yang perlu dilaksanakan pasca terjadinya longsor.
Putu Arsana menambahkan, kegiatan pembersihan material longsor di area pura direncanakan akan dilaksanakan dua hari ke depan dengan melibatkan warga setempat secara gotong royong.
“Kami berharap proses pembersihan dan penanganan dapat berjalan lancar sehingga aktivitas keagamaan di Pura Manik Tirta dapat kembali normal,” ujarnya. (Sri Wiadnyana/denpost)










