Warga melakukan bersih sampah bagian dari BBCU di kawasan Besakih. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bali’s Biggest Clean Up (BBCU) digelar keempat kalinya. Kegiatan yang dikoordinir One Island One Voice ini adalah yang pertama kali dilakukan setelah pelarangan penggunaan Tas plastik (kresek), sedotan plastic dan Styrofoam di Bali.

Making Oceans Plastic Free, membantu mengevaluasi sampah yang terkumpul. Pada 2015 saat pertama kali digelar, hanya ada 12 survei setelah kegiatan (12.000 orang). Tapi tahun ini lebih dari 50 persen koordinator mengirimkan kembali yang membantu pembuatan data kali ini akan lebih akurat.

Dalam kegiatan kali ini, tercatat penurunan sampah tas plastik yang mencapai 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 15 persen. Total sebanyak 12.500 peserta bergabung di 115 lokasi di Bali dan mengumpulkan 20 ton sampah anorganik yang akan berakhir di samudera, sawah dan sungai.

Koordinator di lokasi adalah individu, kelompok pertemanan, komunitas, atau privat sector yang ingin berperan untuk mengorganisir gerakan kebersihan di lokasi mereka masing-masing. Tahun ini koordinator termuda masih berusia 10 tahun.

Baca juga:  Sejumlah Persoalan Ini, Sebabkan Bali Belum Bisa Wujudkan Pariwisata Berkualitas

Lokasi gerakan kebersihan terbesar tahun ini berada di Serangan, di luar Denpasar yang dikelola oleh “Serangan Bebas Plastik” dengan peserta sejumlah 2.830 peserta, diikuti kemudian dengan “Clean Seminyak” dengan peserta sejumlah 1.000 orang dikoordinir oleh Potato Head, W Hotel, Oberoi, The Legian, Upasha, FPS Seminyak dan masih banyak yang lain.

“Pura Besakih, tempat ibadah utama masyarakat Bali juga menjadi perhatian, ratusan peserta yang terdiri dari masyarakat Bali sekitar, bersama pelajar SD-SMP, NGO dan AQUA juga menjadi salah satu lokasi kebersihan bagian dari BBCU,” Nyoman Arsana, Stakeholder Relation Manager Aqua Mambal.

Artis Lina Klauss, mendukung kampanye ini dengan karya seni yang impresif yang dibuat dari 1200 sandal, 240 wadah pasta gigi, 330 potongan Styrofoam, 400 sedotan plastic, 37 botol PET dan 310 sendok plastic dan garpu. (kmb/balipost)