Senator RI, Arya Wedakarna (AWK) (kanan) saat menghadiri Bosphorus Meeting X di Istanbul. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III kembali menjadi pusat perhatian dunia saat menjadi satu-satunya pembicara asal Republik Indonesia di forum elite dunia Bosphorus Summit X Tahun 2019 yang berlangsung di Istanbul, Turki. Dalam kapasitasnya sebagai Senator RI, Arya Wedakarna (AWK) menyampaikan pidato dengan tema “Sustainable Tourism dan Creative Economic” yang tentu juga menyampaikan sejumlah keberhasilan Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo akan paket kebijakan ekonomi lima tahun terakhir dan proyeksi lima tahun ke depan.

Dalam sejarah diplomasi dunia, pertemuan Bosphorus Summit adalah salah satu pertemuan tingkat dunia yang dianggap kredibel mengingat pertemuan ini di bawah dukungan langsung kantor Presiden Turki. Dikatakan Gozde Dizdar (Managing Director – Governance and Develpment GD Global Turki) kehadiran Dr. Arya Wedakarna di Turki mengingat pergerakan senator asal Bali ini sudah menjadi perhatian banyak pihak di Turki, apalagi saat ini Turki sedang gencarnya meningkatkan hubungan pariwisata dengan Indonesia.

Baca juga:  Wedakarna Minta Pesraman Hindu yang Layak Diajukan ke APBN Didata

Dalam pemaparannya bersama pembicara asal Amerika Serikat dan Nepal, Senator Arya Wedakarna menyampaikan pentingnya dunia memiliki kesepahaman dalam mengembangkan aset pariwisata yang saling terkoneksi. Hal itu hanya bisa dicapai dengan kerja sama skema People to People (PtoP) yang konsep ini digandrungi oleh pemimpin muda.

“Turki sudah membuka direct flight Bali–Istanbul, dan ke depan kerja sama ini bukan saja hanya menjaring turis berkualitas ke Bali, tapi juga turis yang paham akar budaya setempat. Selain itu, pengembangan kebudayaan juga menjadi penting, karena Turki memiliki sejarah yang panjang sebagai simbol jembatan budaya Eropa dan Asia. Bung Karno pun sangat mengagumi Kemal Artarturk yang merupakan founding father Turki. Ada kesamaan latar belakang. Ini yang saya harapkan,” ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center ini. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.