Kapolres Tabanan AKBP Agus Tri Waluyo merilis hasil pengungkapan Operasi Pekat Agung 2019 di Makopolres Tabanan, Rabu (11/12). (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Polres Tabanan menggelar Operasi Pekat Agung 2019 selama November hingga Desember. Hasil operasi dirilis, Rabu (11/12). Selama dua bulan tersebut berhasil diungkap 13 laporan kasus kriminal dengan 14 orang tersangka. Salah satunya kasus penganiayaan akibat rebutan janda.

Rinciannya, empat orang tersangka dari tiga kasus curat, dua orang tersangka dari kasus dua curanmor, lima tersangka seorang di antaranya wanita dari empat kasus narkoba dan masing-masing satu tersangka dari kasus pencurian biasa, pengancaman dan penggelapan.

Menurut Kapolres Tabanan AKBP Agus Tri Waluyo, hasil pengungkapan ini merupakan bagian dari antisipasi kegiatan menjelang Natal dan Tahun baru 2020. “Ada obat-obatan daftar G yang diamankan, yang tentunya antisipasi anak anak remaja menggunakan obat-obatan ini. Begitu pun narkoba dan curanmor,” jelasnya.

Salah satu yang menarik perhatian dalam pengungkapan kasus kali ini yakni diamankannya tersangka I WR alias Klicuk. Pria berusia 39 tahun asal Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, ini terjerat kasus penganiayaan akibat rebutan janda. Ironisnya, tersangka sudah beristri. Kasus ini ditangani oleh Polsek Penebel.

Baca juga:  Polres Buleleng Gelar Simulasi Pengamanan Pilgub Bali

Sementara kasus pencurian yang berhasil diungkap di antaranya pencurian ternak sapi, pencurian HP, pencurian motor dan pencurian tas. Kasus penipuan dan penggelapan terkait rent car dan jual beli mobil. “Hasil kejahatan para pelaku ini banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan untuk berjudi,” tuturnya.

Berkaitan dengan Natal dan Tahun baru, AKBP Agus Tri Waluyo menegaskan, pihak kepolisian berupaya menciptakan keamanan dan ketertiban, apalagi Kabupaten Tabanan merupakan daerah wisata yang tentunya dipadati kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Polres Tabanan akan melaksanakan kegiatan pengamanan terpusat dan kewilayahan melibatkan komponen masyarakat lainnya di antaranya para pencalang di desa adat. “Kami juga siap mengamankan sejumlah objek wisata secara terbuka dan tertutup. Harapan kami, wisatawan datang dan nikmati wisata di Kabupaten Tabanan dengan rasa aman dan nyaman. Bila melalui jalur darat, kami imbau berhati-hati karena kondisi geografi Tabanan yang banyak tikungan dan tanjakan,” tandasnya. (Dewi Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.