inspektorat
Ilustrasi

DENPASAR, BALIPOST.com – Jaksa sudah melimpahkan berkas dan tersangka dalam perkara dugaan penipuan dan penggelapan dengan terdakwa mantan Wagub Bali I Ketut Sudikerta. Pihak pengadilan sudah menunjuk hakim yang akan menyidangkan perkara ini. Hal tersebut dibenarkan Humas PN Denpasar I Dewa Budi Watsara, Jumat (6/9).

Sidang perdana yang akan menyeret mantan orang nomor dua di Pemprov Bali itu adalah pada 12 September mendatang. Dua rekannya juga bakal turut diadili yakni I Wayan Wakil dan A.A. Ngurah Agung. Hakim yang dipercaya mengorek kasus yang melibatkan bos Maspion Group itu adalah Esthar Oktavi, Kony Hartanto, dan Heriyanti.

Hakim Esthar dan kawan-kawan juga mengadili dua tersangka lain karena perkara ini berkas perkaranya displit. Meski kasusnya berkaitan, berkasnya dipecah. Tujuan penunjukan hakim satu tim ini untuk mempermudah pemeriksaan.

Saat ini Sudikerta dan dua koleganya menghuni Lapas Kelas IIA Kerobokan, Badung. Sudikerta dan kawan-kawan diduga tersangkut kasus penipuan, penggelapan, dan TPPU dengan kerugian Rp 149 miliar lebih. Ia didakwa melanggar Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 263 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, dan atau Pasal 3 UU RI Nomor 8/2010 tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Baca juga:  Wanita 39 Tahun Diadili Kasus 29 Klip SS dan Ekstasi

Salah satu kuasa hukum Wayan Wakil, Agus Sujoko, yang dimintai konfirmasinya, Jumat (6/9), mengapresiasi pelimpahan hingga ditetapkannya jadwal sidang. Menurutnya, itu artinya bahwa pembuktian segera dilakukan.

“Kami haturkan terima kasih sudah dilimpahkan kasus ini ke pengadilan hingga penetapan jadwal sidang. Itu artinya kasus ini tinggal pembuktian. Klien kami (Wakil dan Gung Ngurah) sudah sangat siap untuk pembuktian. Kami akan ungkap secara gamblang kasus ini di persidangan. Klien kami di sini tidak salah. Mari kita buktikan,” tandas Agus Sujoko. (Miasa/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.