hamil
Ilustrasi. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Badung mendata penyandang HIV/AIDS di Kabupaten Badung. Hasil pendataan Januari hingga Juli tercatat ditemukan 258 kasus dengan rata-rata 30 sampai 40 kasus setiap bulannya.

Melihat kondisi tersebut, Koordinator Sekretariat KPA Badung, Ni Putu Ayu Cempaka Rani Putri, mengatakan pihaknya gencar melaksanakan sosialisasi dan pencegahan serta penanggulangan HIV/AIDS tersebut. “Kasus kumulatif dari tahun 1987 sampai Juli mencapai 2.457. Ini terus mengalami peningkatan, karena di tahun 2018, KPA Badung mencatat terdapat 2.199 kasus. Setiap bulan kami temukan puluhan kasus HIV/AIDS,” ujarnya Senin (2/9).

Menurutnya, ruang lingkup informasi yang diberikan meliputi pengetahuan dasar HIV/AIDS, pencegahan, dan layanan test HIV. Pihaknya, akan menyasar seluruh sekolah SMP dan SMA/SMK yang ada di Kabupaten Badung.

Adapun jumlah yang di sasar sebanyak 94 sekolah dengan jumlah 1.384 kelas, dengan rata-rata sasarannya kurang lebih 45.000 siswa SMP dan SMA/SMK.

“Kegiatan ini diselenggarakan selama 3 bulan di mulai dari September hingga November 2019. Nanti kami juga akan berikan informasi ini diberikan selama 30 menit terkait HIV tersebut,” ungkapnya.

Baca juga:  Satpol PP Badung Tindak Tegas Akomodasi Liar

Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa tak menampik data temuan kasus di layanan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Badung hingga juli 2019. Di Kabupaten Badung sudah tercatat 2.457 jumlah kasus HIV/AIDS dengan rata-rata temuan kasus 30-40 kasus tiap bulannya.

“Sosialisasi bahaya HIV/AIDS adalah wujud pencegahan yang nyata, setelah kita tahu informasinya kita patut mencegahnya pada diri sendiri, kemudian informasi yang di dapat agar digetok tularkan pada teman terdekat, keluarga, masyarakat di sekitar kita, dan informasi ini bisa diterima lebih meluas lagi dalam upaya ending AIDS 2030,” terangnya.

Kegiatan tersebut menyasar siswa untuk mempersiapkan generasi penerus Kabupaten Badung. Karena perjalanan virus HIV 5 sampai 10 tahun tanpa gejala. Sedangkan, usia tertinggi yang terinfeksi HIV AIDS adalah merupakan usia produktif. (Parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.