SINGARAJA, BALIPOST.com – Pelaksanaan proyek pembangunan jalan baru batas kota Singaraja – Mengwitani atau yang dikenal dengan shortcut di lokasi 5 dan 6 (Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada) terus meningkat. Pelaksanaan paket pembangunan  jembatan dan jalan baru di lokasi ini sekarang mencapai 74 persen.

Dengan hasil ini, proyek yang menghabiskan dana APBN senilai Rp 140 miliar optimis tuntas November 2019. Untuk melihat dari dekat, Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR-RI) Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D. mengunjungi lokasi proyek tersebut Minggu (1/9). Hadir mendampingi Mentri PUPR, PLH Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII, Nusakti Yasa Weda, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana (PAS), PPK Proyek Jalan Baru Batas Kota Singaraja-Mengwitani, Ketut Payus Astapa, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), Ketut Suparta Wijaya.

Basoeki mengatakan, khusus untuk shortcut titik lima dan enam pekerjaanya sudah berjalan sesuai perencanaan. Bahkan, setelah mengamati langsung dan mendengarkan penjelasan dari PPK, pihaknya optimis kalau shortcut tuntas pada tiga bulan ke depan.

Jalan baru di lokasi ini sejauh 1,9 kilometer, dengan kondisi jalan eksisting medannya ekstrem dengan 15 tikungan yang tajam. Setelah dibangun jalan baru ini, memiliki lima lokasi tikungan dengan elevasi dan geometri ditangani dengan teliti, sehingga jalan ini nyaman dilintasi oleh kendaraan truk, bus dan kendaraan kecil lain.

“Tahun ini pemerintah melaksanakan proyek jalan baru atau lebih kita kenal shortcut di enam lokasi, termasuk titik 5 dan 6 ini. Kemungkinan peroyeknya tuntas November ini,” katanya.

Ia meminta pelaksana proyek untuk mengakomodir arsitektur Bali di jembatan sepanjang 200 meter dan badan jalan baru dilengkapi dengan ornamen khas Bali. Tidak hanya itu, diusulkan pula agar jalan baru ini dilengkapi dengan tempat peristirahatan yang memadai.

Baca juga:  Dilantik, Presiden Minta Gubernur NTB Langsung Kerja

Dengan begitu, selain untuk istirahat, pengguna jalan bisa memanfaatkan tempat tersebut untuk berwisata. Apalagi, di jalur shortcut sendiri memiliki view alam indah dan asri. “Sama seperti di provinsi lain infrastruktur yang kita bangun selalu mengakomodir local genius seperti di Bali bisa ditambahkan ornamen Bali dan saya minta juga dilegkapi tempat peristirahatan karena di sini view bagus, sehingga tiak saja untuk istirahat saat berkendara, tetapi untuk berwisata,” jelasnya.

Setelah enam lokasi shortcut dikerjakan tuntas, PUPR mengerjakan titik shortcut 7, 8, 9, dan titik 10. Pengerjaan keempat titik shortcut ini sedang persiapan desain, metodelogi pekerjaan, dan penghitungan anggaran yang diperlukan.

Dari perhitungan anggaran sementara, total anggaran yang akan diperlukan mencapai Rp 550 miliar. Setelah dilakukan value engineering, anggaran yang dibutuhkan itu berhasil ditekan menjadi Rp 377 miliar.

“Tahun 2020 mulai dibangun dan sedang di value engineering. Hasil sementara akan ada penghematan 40 persen dan sekarang aspek gangguan lingkungan sedang dipelajari dan komitmen tetap memperkecil kerusakan lingkungan dalam pembangunan shortcut selanjutnya,” jelasnya.

Bupati Buleleng mengatakan, jalan baru batas kota di wilayahnya ini sudah menjadi impian masyarakatnya sejak bertahun-tahun. Dengan dibangunnya titik 5 dan 6 dan berlanjut di tahun depan, pihaknya semakin optimis kalau kesenjangan pembangunan antara Bali Selatan dan Bali Utara akan tertangani. “Kami yakin kesenjangan Bali Utara dan Selatan itu akan tertangani dengan dibangunnya shortcut,” sebutnya. (Mudiarta/balipost)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.