Kantor yang berlokasi di Jalan Manik ini rencananya dibangun menjadi TPA Negeri Kabupaten Gianyar. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar berencana menyiapkan Tempat Penitipan Anak (TPA) negeri pertama di kawasan seni ini. TPA ini akan dibangun di Jalan Manik atau tepatnya di belakang Kantor Bupati Gianyar untuk memfasilitasi pegawai Pemkab Gianyar yang memiliki bayi.

TPA negeri ini merupakan inovasi dari Bupati Gianyar I Made Mahayastra. “Tujuan bapak bupati agar pegawai yang memiliki bayi tidak perlu jauh-jauh atau izin pulang untuk menengok dan menyusui bayinya,” kata Kadisdik Gianyar I Wayan Sadra, Kamis (22/8).

Bangunan TPA akan dirancang representatif mungkin, sehingga bisa memberi kenyamanan untuk anak dan ketenangan bagi pegawai yang menitipkan anaknya. “Kami masih siapkan perencanaan. Kemungkinan pada 2020 bangunan TPA akan mulai dikerjakan,“ ujarnya.

Lokasi sementara yang akan dijadikan TPA adalah bangunan di Jalan Manik atau di belakang Kantor Bupati Gianyar. Tempat ini cukup strategis karena dekat dengan seluruh kantor Pemkab Gianyar. Tentu bangunannya akan disesuaikan.

Baca juga:  Puluhan Film Eropa Pilihan Bisa Ditonton Gratis di Bioskop

Sadra menambahkan, untuk pelayanan di TPA, pemerintah akan menyiapkan perawat khusus anak dan dokter anak. “Ini yang paling penting, karena yang dirawat anak dari usia 0 hingga 3 tahun atau lebih. Jadi, kami akan siapkan SDM terbaik di bidang ini yang bertugas di TPA nanti,“ jelasnya.

Pihaknya sudah berkoordinasi ke Dirjen PAUD. Pihak Dirjen telah memberikan dukungan penuh untuk membuat TPA negeri di kawasan seni ini. “Daerah lain belum ada yang mewujudkan ini. Kabupaten Gianyar akan menjadi yang pertama di Indonesia,“ ungkapnya.

Selain untuk pegawai Pemkab Gianyar, TPA ini juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Gianyar. Selain itu, Bupati Gianyar merencanankan TPA ini gratis. “Jadi, orangtua tidak perlu memikirkan biaya,“ tandas Sadra. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.