kintamani
Ilustrasi. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gempabumi berkekuatan 4,7 SR mengguncang Wilayah Kuta, Badung-Bali pada pukul 04.23.09 Wita, Senin (29/7). Episenter Gempabumi terletak pada koordinat 9,22 LS dan 114,52 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 91 km barat daya Nusadua, pada kedalaman 46 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

Dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Kuta II-III MMI dan Nusa Dua, Ungasan, Lombok Tengah II MMI. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. “Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang,” tulis Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar, Drs. M. Taufik Gunawan, Dipl., SEIS., dalam siaran persnya, Senin (29/7).

Baca juga:  Kasus Keterbukaan Informasi, Permohonan Walhi Dikabulkan Sebagian

Gempabumi 4,7 SR ini merupakan gempabumi ke-27 yang terjadi di Selatan Pulau Bali dari 16 Juli 2019. Dari 27 kali gempabumi yang terjadi ada 4 gempabumi yang dirasakan.

Rangkaian gempabumi yang terjadi di Selatan Pulau Bali ini disebabkan aktivitas zona pertemuan lempeng atau zona subduksi antara lempeng indo-australia dan lempeng eurasia. Oleh karena itu, Taufik menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya.

Ia menyarankan untuk memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan.

Selain itu, masyarakat juga harus cermat dan terus berlatih langkah-langkah praktis untuk antisipasi bahaya gempabumi, baik pada saat persiapan sebelum gempa, saat dan setelah gempabumi. (Winatha/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.