NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Jembrana terpaksa mengambil kebijakan memulangkan para siswa pascagempa yang dampaknya terasa sampai di Jembrana, Selasa (16/7). Seperti di wilayah Kota Negara di Kelurahan Lelateng dan sekitarnya, sejumlah orang tua siswa mendatangi sekolah dan panik pascagempa mengguncang.

Mereka datang ke sekolah memastikan kondisi anak mereka selamat. Lantaran khawatir, banyak orangtua siswa yang memohon kepada sekolah agar para siswa dipulangkan lebih awal.

Orangtua khawatir terjadi gempa susulan dan terjadi apa-apa dengan siswanya. “Para ortu meminta agar anak mereka dipulangkan. Terutama yang baru masuk,” ujar salah seorang guru ditemui Selasa (16/7).

Akhirnya sejumlah sekolah memutuskan untuk memulangkan semua siswa. Sementara sejumlah sekolah juga mengalami dampak terutama di wilayah desa pesisir (dekat pantai).

Seperti di Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo, sejumlah bangunan sekolah mengalami kerusakan.  Di antaranya di SD 1 Yeh Sumbul dan SMP 5 Mendoyo di Yeh Sumbul.

Dari informasi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana kerusakan di SD 1 Yeh Sumbul di antaranya di bagian plafon ruang belajar yang berjatuhan. Selain di ruang kelas 3 dan kelas 5, genteng juga berjatuhan di ruangan  kantor SD.

Baca juga:  SKS di SMA, Kenapa Tidak?

Sementara di SMPN 5 Mendoyo mengalami retak di bagian tembok sekolah. Di antaranya di ruangan kantor dan ruangan laboratorium IPA.

Sejumlah siswa juga sempat panik ketika terjadi gempa sehingga mengalami luka-luka. Seperti yang dialami I Ketut Semadi Yoga Yasa mengalami lecet. Bahkan seorang siswi, Ni Komang Ariani, sempat pingsan karena panik.

Kepala BPBD Jembrana, I Ketut Eko Susila AP mengatakan dari penyisiran dan pendataan yang dilakukan BPBD Jembrana ada beberapa bangunan, baik sekolah maupun rumah yang mengalami kerusakan. “Untuk sekolah SD 1 Yeh Sumbul dan SMP 5 Mendoyo terkena dampak. Selain itu juga ada satu unit rumah yang terkena dampak, di Banjar Kemoning, Desa Manistutu,” terang Eko Susila.

Namun secara keseluruhan tidak ada korban jiwa akibat gempa bumi tersebut. Di Desa Manistutu, rumah milik I Gede Pasek Wiasa (40) mengalami roboh pada bagian kamar tidur. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.