Sejumlah siswa memperoleh bantuan dana pendidikan. (BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Sebanyak 47 anak kurang mampu dari beberapa desa di Buleleng mendapat dana pendidikan dari Yayasan Sahabat Peduli Kasih Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan. Anak kurang mampu dan yatim piatu ini setiap satu semester rutin mendapatkan dana pendidikan masing-masing Rp 1,2 juta.

Selain dana pendidikan, yayasan ini rutin menyerahkan bantuan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) kepada para lanjut usia (lansia) di Bali Utara. Bantuan ini diserahkan dalam safari kesehatan yang dipusatkan di rumah aman Yayasan Sahabat Peduli Kasih di Dusun Dauh Teben, Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan Minggu (16/6).

Safari kesehatan ini diisi dengan donor darah oleh Markas Cabang Palang Merah Indonesia (PMI) Buleleng. Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Desa Jagaraga dan sekitarnya.

Ketua Yayasan Sahabat Peduli Kasih Jro Mangku Wijaya Dangin mengatakan, misi sosial yang dilaksanakan belakangan ini karena prihatin dengan kondisi sosial masyarakat di beberapa desa di Bali Utara. Dengan dukungan jaringan para penggiat sosial di Bali, dirinya berhasil menjalankan misi sosial untuk membantu meringankan biaya pendidikan anak-anak tidak mampu karena ekonomi dan masalah sosial lainnya.

Dengan dukungan para jaringannya itu, sebanyak 47 anak tidak ampu dari jenjang SD, SMP dan SMA/SMK setiap semester mendapatkan dana pendidikan Rp 1,2 juta. Dana pendidikan itu disimpan di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) masing-masing asal anak bersangkutan.

Baca juga:  Didesak, Realisasi Dana Pendidikan Minimal 20 Persen dari APBD

Dana tersebut dapat digunakan dengan batas maksimal Rp 200.000 satu kali transaksi penarikan. Cara ini dilakukan untuk menhindari pemakaian dana pendidikan yang tidak tepat sasaran. “Bersama kawan-kawan penggiat sosial di Bali kami bergerak untuk membantu anak tidak mampu atau anak yatim piatu dan terus mendampingi, sehingga dana pendidikan ini tepat sasaran yaitu untuk kepentingan pendidikan, sehingga setiap LPD atau BUMDes tempat kami menyimpan dana ini memberi batasan penarikan Rp 200.000,” katanya.

Selain dana pendidikan, lanjut Wijaya Dangin, setelah yayasan yang dipimpinnya itu mendaatkan akte notaris, persoalan sosial lain pun mulai disasar, yakni memberikan pendampingan kepada para lansia. Untuk lansia, pihkanya rutin menyerahkan bantuan paket sembako.

Selain aksi sosial, Wijaya Dangin memanfaatkan bangunan rumah milik keluarga besarnya sebagai rumah singgah bagi anak-anak tidak mampu, permepuan atau anak korban kriminalitas, dan bentuk kejahatan lain. Di rumah singgah ini juga diajarkan cara membuat produk kerajinan, seperti merangkai bunga dengan bahan daur ulang dan kegiatan positif lain. “Kami berikan bangunan rumah tua milik keluarga untuk membantu pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan sosial atau korban kejahatan,” jelasnya.

Menganggapi partisipasi sosial tersebut, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng Gede Sandhiyasa menyambut positif. Sandhiyasa menyebut, semakin banyak pekerja sosial akan mampu menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat dan pengentasan kemiskinan dengan lebih cepat. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.