setrum listrik
Ilustrasi. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) berujung maut mewarnai pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2019 di wilayah Badung. Kejadian tersebut menewaskan pengendara motor, Budiyanto (48) dan Ni Kadek Artini (36) tewas di TKP.

Lokasi kejadiannya masing-masing di Jalan Raya Penarungan, Mengwi, Kamis (2/5) dan di Jalan Raya Dalung, Kuta Utara, Rabu (1/5). Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Oka Bawa, Jumat (3/5) mengatakan, lakalantas pada Rabu tepatnya terjadi di Jalan Raya Dalung, depan salah satu toko waralaba, pukul 18.30 Wita.

Peristiwa ini melibatkan tiga sepeda motor dan satu mobil. Selain menewaskan Budiyanto (48), juga mengakibatkan empat orang luka-luka yaitu Sugiono (44), Dimas (16), I Ketut Putra Sapardita Yasa (16) dan Irfan (17). “Tiga korban yang usianya masih belasan tahun ini berstatus pelajar,” ujarnya.

Kronologisnya, mobil Suzuki Ertiga DK 1493 FK dikemudikan Ni Putu Yanthi Maydia Prabawati (31) melaju dari utara. Di belakang mobil tersebut melaju sepeda motor DK 5129 SI dikendarai Budiyanto membonceng Sugiono.

Sedangkan dari arah berlawanan melaju motor DK 4121 VI dikendarai I Ketut Putra Sapardita Yasa, memboceng Dimas. Putra jalan beriringan dengan Irfan yang mengendarai motor DK 4932 HO.
“Setibanya di TKP, Budiyanto menyalip mobil Ertiga tanpa memperhatikan kendaraan dari arah berlawanan,” ujarnya.

Diduga pria asal Jember, Jawa Timur dan tinggal di Jalan Raya Semer, Kerobokan, Kuta Utara itu, mengambil haluan terlalu ke kanan dan melewati as jalan. Akibatnya Putra beralamat di Perum Enggi Elok, Dalung ini, tidak bisa menghindar dan terjadilah tabrakan tersebut.

Baca juga:  Tabrak Pembatas Desa, Dua Pelajar SMK Meregang Nyawa

Budiyanto bersama motornya oleng hingga menabrak bodi samping mobil. Selanjutnya Budiyanto terpental ke jalan dan akhirnya meninggal di TKP.

Sedangkan Sugiono yang dibonceng Budiyanto, mengalami luka di kepala dan masih dalam perawatan di RSUD Mangusada. Sementara Putra mengendarai motor Shogun dan Irfan mengendarai motor Jupiter hilang kendali, lalu di utara jalan. “Kedua korban berstatus pelajar itu tidak mengenakan helm mengalami luka ringan dan masih dalam perawatan di RSUD Mangusada. Hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi kecelakaan dipicu karena pengendara (Budiyanto) kurang hati-hati,” ujarnya.

Sedangkan lakalantas di Jalan Raya Penarungan melibatkan dua sepeda motor. Kejadiannya di depan warung laklak sekitar pukul 08.00 Wita. Waktu itu, Ni Kadek Artini mengendarai sepeda motor DK 5441 FC. Sementara lawannya motor DK 3267 DR dikendarai I Kadek Agus Suasti Artha (20).

Awalnya Artini mengendarai motor melaju dari arah utara. Sedangkan Agus dari arah berlawanan.

Setibanya di TKP, tiba-tiba Artini mengambil haluan ke kanan hingga melewati as jalan. Akibatnya tabrakan adu jangkrik tak terelakan.

Akibat kejadian tersebut, Artini meregang nyawa dengan kondisi luka kaki kanan, bibir bengkak, hidung keluar darah, dahi benjol dan telinga kanan ke luar darah. “Saat kejadian korban diketahui tidak mengenakan helm dan tidak membawa SIM C,” kata Oka.

Sementara Agus dan yang dibonceng, Ni Nyoman Yuni Rasniati (19), mengalami luka-luka. Selanjutnya mereka dibawa ke RSUD Mangusada, Kapal, Badung. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.