BANGLI, BALIPOST.com – Tingkat kunjungan wisatawan ke obyek wisata Pura Kehen, tak pernah mengalami perkembangan sejak beberapa tahun terakhir. Tingkat kunjungan ke Pura yang berada di wilayah Kelurahan Cempaga, Bangli itu rata-rata hanya 1.500 orang per bulan.

Ketua Pokdarwis Obyek Wisata Pura Kehen, I Ketut Wahya, saat dikonfirmasi Kamis (25/4) mengungkapkan jika dibanding kunjungan wisatawan pada era tahun 80 hingga 90-an, tingkat kunjungan ke Pura Kehen saat ini jauh menurun. Pada musim sepi seperti sekarang, kunjungannya hanya tembus 1.500 orang per bulan.

Peningkatan kunjungan biasanya terjadi saat memasuki bulan Juni hingga September. “Pada bulan-bulan itu, maksimal bisa mencapai 4.000-an sebulan. Setelah bulan Oktober biasanya turun lagi,” terangnya.

Surutnya tingkat kunjungan ke Pura Kehen dibanding tahun 90an, diakui Wahya cukup berdampak pada keberadaan kios souvenir yang ada di areal jaba Pura. Banyak dari pedagang yang memilih menutup kiosnya.

Menurut Wahya stagnannya jumlah kunjungan wisatawan ke Pura Kehen selama ini terjadi karena banyaknya Pura lainnya di Bali yang telah menjadi obyek wisata. Seperti Pura Taman Ayun, Pura di Batuan Gianyar, dan lainnya.

Selain itu, minimnya promosi dan tidak dimasukannya lagi Pura Kehen dalam paket kunjungan wisata juga membuat turunnya jumlah wisatawan. Dikatakannya pada tahun 90an lalu, Pura Kehen masuk dalam paket wisata bersama Tampaksiring dan Kintamani. “Kalau dulu paketnya Tampak Siring-Kintamani pasti ke Pura Kehen,” terangnya.

Baca juga:  Liburan, Sejumlah Delegasi IMF-WB Perpanjang Lama Tinggal

Untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Pura Kehen, Wahya mengaku pihaknya berencana membuat terobosan dengan membangun stage/panggung kesenian. Pada stage itu nantinya akan dipentaskan tarian-tarian Bali seperti barong sehingga bisa lebih banyak menarik wisatawan.

Lokasi stage rencananya dibangun di timur pura. “Awal-awalnya mungkin bisa digratiskan terlebih dahulu untuk menarik minat kunjungan,” ujarnya.

Dia juga mengaku sudah sempat mengusulkan hal itu ke pemerintah daerah. Mengenai realisasinya pihaknya menyerahkan ke pemerintah daerah.

Belum adanya kesepakatan soal lokasi, diakui menjadi salah satu kendala yang dihadapi untuk membangun stage itu. Wahya mengatakan ada salah satu tokoh yang menghendaki pembangunannya dilakukan di sebelah barat Pura Kehen. “Saya kan tidak berani memutuskan, karena keputusan itu ada di pengemong Pura Kehen,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan Kamis, wisatawan asing nampak berkunjung ke Pura Kehen dengan diantar guide. Sementara itu di sisi lain, kios souvenir yang ada di timur Pura tampak banyak yang tutup.

Salah seorang pedagang Wayan Durati mengungkapkan, dari 60 kios yang ada, saat ini yang buka hanya 45 kios. Tutupnya kios terjadi karena jumlah wisatawan yang berkunjung menurun pasca bom Bali beberapa tahun lalu. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.